Merasakan Revolusi Islam Iran Lewat Shalat Jumat di Teheran

Kompas.com - 26/10/2011, 03:48 WIB
Editor

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Khamenei rahbar, Marg bar Amrika, Marg bar Isroil (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Khamenei pemimpin besar, matilah Amerika, matilah Israel).

Berkali-kali seruan itu terdengar jelas di telinga, Jumat (30/9), sebelum memasuki kampus Universitas Teheran di Enghelab (revolusi) Ave, Teheran, tempat kami menunaikan ibadah shalat Jumat. Yang disebut sebagai tempat shalat Jumat bukanlah bangunan masjid kampus seperti yang jamak dikenal di Indonesia, melainkan lebih mirip gelanggang olahraga yang terbuka. Luasnya empat kali lapangan futsal dan terletak di antara Fakultas Hukum dan Politik serta Pusat Bahasa Parsi.

Seruan kutukan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel berkali-kali dikumandangkan sebelum khatib berkhotbah. Seorang pemuda berusia sekitar 30 tahun berdiri di atas mihrab dengan lantang meneriakkan seruan itu berkali-kali. Mengutuk AS dan Israel saat sebelum atau saat khatib berkhotbah menjadi salah satu kebiasaan shalat Jumat di Iran. Setiap seruan kutukan yang dikumandangkan diikuti dengan semangat oleh jemaah shalat Jumat. Semasa Presiden Irak Saddam Husein masih hidup, selain AS dan Israel, Saddam yang pernah memerintahkan pasukannya menginvasi Iran juga menjadi sasaran kutukan selama shalat Jumat.

Ada yang lain dari suasana shalat Jumat di Iran dibandingkan dengan negara-negara lain yang menganut paham Sunni. Iran yang menjadi pusat Islam Syiah Ja’fari (Syiah 12 imam) memang tak mewajibkan ibadah shalat Jumat. Ibadah ini menjadi wajib setelah ada keberadaan imam suci atau imam maksum. Tanpa keberadaan imam suci, shalat Jumat bagi penganut Syiah menjadi belum wajib. Imam suci yang saat ini ditunggu umat Syiah Ja’fari adalah imam ke-12 atau Imam Mahdi. Namun, tentu saja, shalat dzuhur sebagai bagian dari shalat lima waktu tetap menjadi kewajiban. Selesai shalat Jumat, imam akan langsung memimpin shalat ashar.

Di Iran, shalat Jumat hanya digelar di satu tempat di setiap kota. Seperti di Teheran, shalat Jumat hanya digelar di Universitas Teheran. Warga Teheran yang ingin menunaikan shalat Jumat mesti datang ke sini. Pemerintah menyediakan bus-bus jemputan bagi warga yang tinggalnya cukup jauh dari Universitas Teheran.

Karena dipusatkan di satu tempat, para pemimpin Iran pun melaksanakan shalat Jumat di sini. Kondisi ini membuat pengamanan shalat Jumat menjadi protokol standar pengamanan pejabat tinggi negara. Beruntung, Kompas saat itu menjadi tamu negara bersama Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin dan Hajriyanto Y Thohari yang merupakan delegasi resmi Indonesia dalam Konferensi Internasional Kelima Dukungan terhadap Perjuangan Palestina yang digelar di Teheran, 1-2 Oktober. Kami bertiga ditemani Syahrul, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pascasarjana di bidang mikrobiologi, menjadi bagian kecil umat Islam aliran Sunni yang merasakan atmosfer shalat Jumat di Teheran. Kami bisa masuk ke jajaran saf para pemimpin Iran dan tamu negara, tepat di depan mihrab, tempat khatib berkhotbah.

Sebelum memasuki kawasan Universitas Teheran, setiap jemaah diperiksa, terutama jemaah yang akan berada di saf (barisan shalat) terdepan. Kami tidak diperkenankan membawa barang yang bukan keperluan shalat. Kami harus melewati pendeteksi logam sebelum sampai ke tempat shalat. Pengawal dari Garda Revolusi Islam menggeledah semua barang bawaan jemaah. Telepon seluler ataupun kamera termasuk barang yang tidak diperkenankan dibawa jemaah.

Khatib dan imam shalat Jumat siang itu adalah Ayatollah Ahmad Janati, Ketua Dewan Pengawas Konstitusi (Shura-e Negahban-e Qanun-e Assassi). Janati berkhotbah dalam bahasa Persia. Salah satu isi khotbahnya tentang pandangan Islam terhadap perang. Selain disiarkan langsung lewat televisi pemerintah, warga Iran juga bisa mendengar khotbah shalat Jumat pemimpin mereka lewat radio.

Orang Iran menganggap shalat Jumat sebagai ibadah politik. Tak lupa, Janati pun menyinggung soal skandal korupsi perbankan yang sedang terjadi di Iran saat itu. (KHAERUDIN)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X