USAF Kembali Melarang Terbang F-22

Kompas.com - 25/10/2011, 22:29 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Angkatan Udara AS (USAF) sejak pekan lalu kembali melarang terbang puluhan pesawat tempur canggih F-22 Raptor untuk kedua kalinya tahun ini. Keputusan itu diambil setelah kembali terjadi gangguan pasokan oksigen kepada pilot pesawat berharga 150 juta dollar AS (Rp 1,3 triliun) per unit ini.

Juru bicara USAF, Letnan Kolonel Richard Johnson, Senin (24/10/2011), mengatakan, armada F-22 di Pangkalan Udara Langley di Virginia dan Elmendorf-Richardson di Alaska diperintahkan untuk tidak terbang dulu sebagai langkah pencegahan.

Keputusan itu diambil setelah minggu lalu seorang pilot dari Pangkalan Udara Langley-Eustis di Virginia menderita gejala "semacam hipoxia" atau kekurangan oksigen saat menerbangkan salah satu F-22.

Pelarangan ini terjadi hanya sebulan setelah para petinggi USAF mengizinkan armada F-22 terbang kembali. Sebelumnya, pesawat tempur itu dilarang terbang pada kurun Mei-September karena ada masalah dengan sistem pasokan oksigen untuk pilot.

Keputusan mengizinkan F-22 terbang pada pertengahan September itu tak disertai penjelasan rinci tentang hasil penyelidikan masalah tersebut.

Para pengamat menduga, penyebab pasti masalah pasokan oksigen ini sampai sekarang belum ditemukan meski berbagai tes dan langkah pencegahan telah dilakukan.

Johnson mengatakan, protokol di USAF mengizinkan setiap kesatuan menghentikan operasi sewaktu-waktu mereka menemukan masalah dalam penerbangan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sudah menjadi bagian protokol kami untuk mengizinkan setiap kesatuan menghentikan operasi apabila mereka merasa perlu menganalisis informasi yang dikumpulkan dari berbagai operasi penerbangan untuk memastikan keselamatan. Itu yang dilakukan di Langley saat ini, dan kami mendukung keputusan itu," tutur Johnson dalam surat elektronik kepada Agence France Presse (AFP).

Pangkalan Udara Langley mengoperasikan sekitar 30 F-22, sedangkan Pangkalan Elmendorf-Richardson mengoperasikan dua skuadron pesawat tempur tercanggih dan termahal di dunia itu.

Menurut seorang perwira senior di Elmendorf-Richardson, larangan terbang pesawat-pesawat F-22 di pangkalan di Alaska itu telah dicabut hari Senin, setelah diberlakukan sejak Kamis pekan lalu.

F-22 adalah pesawat tempur yang dirancang untuk melakukan misi pertempuran udara (dog fight) dengan pesawat tempur musuh. Pesawat ini dilengkapi teknologi menghindari deteksi radar lawan (stealth/siluman). USAF saat ini memiliki 160 unit Raptor dan berencana meningkatkan jumlahnya menjadi 187 unit. (AFP/DHF)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X