"Saya yang Bunuh Khadafy"

Kompas.com - 25/10/2011, 15:12 WIB
EditorEgidius Patnistik

TRIPOLI, KOMPAS.com Seorang petempur revolusioner Libya membual dalam sebuah rekaman video bahwa dialah yang membunuh Kolonel Mommar Khadafy, mantan penguasa lalim negara itu.

Pemuda itu, yang wajahnya muncul dalam vedio itu tetapi belum teridentifikasi, mengatakan, dia membunuh diktator yang terjungkal tersebut karena tak rela untuk membiarkannya hidup. "Kami menangkapnya," kata petempur dalam video tersebut seperti dikutip Daily Mail, Senin (24/10/2011). "Saya memukul wajahnya. Sejumlah pejuang lain ingin membawanya pergi dan saat itulah saya menembaknya, dua kali: di wajah dan di dada."

Untuk membuktikan klaimnya, petempur itu kemudian memamerkan apa yang tampaknya merupakan kemeja yang berlumuran darah milik Khadafy, lalu menunjukkan cincin emas yang ia katakan ia ambil dari jari mantan penguasa lalim yang sudah tak bernyawa itu.

Klaim sensasional itu muncul bersamaan dengan video paling jelas dan paling mengerikan saat Khadafy dipukuli secara kejam pada waktu penangkapannya, yang kini muncul di dunia maya. Video itu menunjukkan diktator yang berlumuran darah itu setelah ia dikeluarkan dari tempat persembunyiannya di Sirte, kota kelahirannya. Ia lalu ditendang dan ditinju oleh para penangkapnya.

Dengan meneriakkan "Allahu Akbar", dan suara tembakan senapan serbu dalam latar belakang, para petempur itu menganiaya Khadafy yang mengalami pendarahan di sebuah lahan kosong dan memasukkannya ke sebuah truk yang sedang menunggu. Dalam adegan gila-gilaan itu, para pemberontak menghujani pukulan terhadap mantan pemimpin Libya itu. Mereka menarik dia dengan menarik rambutnya dan menyepakkan debu ke wajahnya. Khadafy yang terluka tampaknya tetap diam, berupaya untuk bertahan dari serangkaian pukulan yang mengarah ke wajah dan kepalanya.

Pada awal film itu terdapat animasi digital yang menyatakan bahwa itu merupakan hasil karya Freedom Group TV. Menurut halaman Facebook grup itu, mereka merupakan "kelompok jurnalis warga (yang) misinya membiarkan dunia tahu apa yang terjadi di Libya". Tidak ada petunjuk di halaman Facebook atau situs mereka tentang siapa yang mungkin berada di balik kelompok itu atau yang mendanai pekerjaan mereka.

Dua video tersebut, yaitu pengakuan pemuda yang menembak Khadafy dan tentang adegan mengerikan yang terlihat jelas, muncul sehari setelah pemimpin baru Libya, Perdana Menteri Mahmoud Jibril, mengatakan ia berharap penguasa lalim yang dibenci itu tetap hidup agar bisa diadili.

Apa yang tampaknya merupakan eksekusi singkat terhadap Kolonel Khadafy minggu lalu itu telah menodai reputasi Pemerintah Libya yang baru. Aliansi internasional dari Dewan Transisi Nasional (NTC) telah mendesak pemerintah baru itu untuk melakukan penyelidikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.