Azerbaijan Jadi Anggota DK PBB

Kompas.com - 25/10/2011, 08:47 WIB
EditorKistyarini

NEW YORK, KOMPAS.com — Azerbaijan, Senin (24/10/2011), memperoleh kursi di Dewan Keamanan PBB untuk 2012-2013, setelah Slovenia mundur dari pertarungan sesudah 16 putaran pemilihan.

Kemenangan Azerbaijan itu dipastikan ketika negara itu mendapat 155 suara di Majelis Umum PBB yang memiliki 193 negara anggota. Azerbaijan akan bergabung dengan  Pakistan, Maroko, Guatemala, dan Togo sebagai anggota sementara DK yang beranggotakan 15 negara itu pada Januari.

Dewan Keamanan adalah lembaga yang paling berkuasa di PBB, dengan kemampuan untuk menjatuhkan sanksi dan mengirim penjaga perdamaian.

Beberapa diplomat Barat di New York mengatakan bahwa Azerbaijan mungkin akan bergabung dengan negara-negara lainnya yang melawan desakan baru Amerika Serikat dan Uni Eropa pada sanksi PBB terhadap Iran atau Suriah tahun depan. Mereka mengatakan, Pakistan mungkin akan mengambil pendekatan yang sama.

Seorang diplomat Slovenia jelas kecewa pada majelis ketika ia mengumumkan keputusan negara Alpen kecil dan anggota Uni Eropa itu menarik diri setelah 16 putaran pemilihan gagal menghasilkan pemenang.

"Kami tidak menyetujui cara kampanye ini diadakan dan kami tidak menyetujui cara pemilihan ini diadakan," katanya.

Slovenia telah ketinggalan dari Azerbaijan dengan sekitar 40 suara. Itu akan menjadi penugasan pertama di Dewan Keamanan bagi Azerbaijan, bekas republik Soviet.

Dalam pemilihan dewan yang sangat kompetitif selama bertahun-tahun, hanya Guatemala yang melaju tanpa rintangan di kawasannya. Pakistan berjuang melalui putaran pertama pemilihan, mengalahkan Kirgistan untuk sebuah kursi Asia dengan perhitungan suara minimal yang diperlukan.

Pakistan akan bergabung dengan saingan lamanya India, yang akan di dewan hingga 2012. Dubes Pakistan untuk PBB Abdullah Hussain Haroon menyambut baik terpilihnya negaranya ke badan elit PBB itu dan mengatakan ia mengharapkan akan bekerja baik dengan timpalannya dari India, Hardeep Singh Puri, tahun depan.

Ada lima pemegang hak veto, anggota-anggota tetap bersenjata nuklir di dewan itu -- AS, Inggris, Perancis, Rusia dan China -- dan 10 anggota terpilih sementara dan tanpa hak veto. Dengan India dan Pakistan di dewan itu tahun depan, tujuh dari 15 anggotanya akan merupakan kekuatan nuklir.

Lebanon, Nigeria, Gabon, Bosnia dan Brazil akan meninggalkan Dewan pada Januari. Keempat anggota sementara yang akan tinggal hingga 2012 di samping India adalah Kolombia, Jerman, Portugal dan Afrika Selatan.

India masuk dewan itu tahun ini dan akan tinggal hingga 2012. India dan Pakistan telah berperang tiga kali, dua di antaranya karena Kashmir, sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947.

Kali terakhir kedua negara bersenjata nuklir itu bertugas bersama di dewan adalah pada 1977. Beberapa diplomat PBB mengatakan, mereka tidak mengharapkan ketegangan regional sebagai akibat dari masuknya Pakistan ke dewan. Pakistan telah menjalani enam masa jabatan dewan sebelumnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X