Dukungan Meluas, Korut Ikut Kecam Kapitalisme

Kompas.com - 20/10/2011, 03:20 WIB
Editor

New York, Selasa - Jesse Jackson, aktivis hak sipil AS, bertemu dengan para demonstran anti-korporasi dan kapitalisme di taman Zuccotti, Selasa (18/10).

Ia mengatakan kepada para pengunjuk rasa bahwa dia akan membantu agar polisi tidak menyingkirkan tenda yang didirikan di taman tersebut. Pendirian tenda di taman melanggar peraturan.

Tidak lama kemudian, sekitar 200 pengunjuk rasa berjalan dari kantor jaksa distrik Manhattan. Mereka meminta agar kejaksaan menyelidiki apa yang mereka sebut sebagai upaya provokasi terhadap para pengunjuk rasa ketika mereka bentrok dengan polisi pekan lalu.

Para pengunjuk rasa itu mengacung-acungkan beberapa poster, antara lain, bertuliskan ”Akhiri Kekerasan NYPD”. NYPD merupakan sebutan bagi kepolisian New York.

Salah seorang aktivis, Felix Rivera-Pitre, terlihat dipukul polisi dalam rekaman video. Polisi mengatakan, kejadian itu terjadi setelah dia menyikut wajah polisi.

Penulis feminis Naomi Wolf dan rekannya ditahan polisi, Selasa malam, setelah pemberian tanda kehormatan untuk Gubernur New York Andrew Cuomo. Dia ditahan setelah mengabaikan peringatan polisi untuk tetap berada agak jauh dari tempat penyelenggaraan acara tersebut. Pada saat itu sekitar 50 aktivis Pendudukan Wall Street beraksi.

Kampanye komunis

Menanggapi gerakan yang sudah menyebar ke beberapa kota di sejumlah negara, Pemerintah Korea Utara mengatakan, gerakan Pendudukan Wall Street menunjukkan hal itu merupakan penyakit orang yang menganut kapitalisme. Korut yang komunis seperti berkampanye untuk kepentingan ideologinya.

Pemerintah Korut menyamakan aksi protes tersebut dengan kontradiksi akut dari kontradiksi kelas sosial ekstrem. Kontradiksi tersebut tercipta setelah krisis finansial global tahun 2008.

Kantor berita Korea Utara, Central News, menuliskan, Korea Utara menyatakan sangat bangga dengan sistem sosialis yang mereka anut karena sistem sosialis diatur oleh ilmu pengetahuan dan akan terus berkembang hingga di masa yang akan datang. Sementara itu, kapitalisme menurut Korut, sudah tidak punya harapan. (AP/joe)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.