Gilad Shalit Sudah Tiba di Mesir

Kompas.com - 18/10/2011, 13:50 WIB
EditorKistyarini

GAZA CITY, KOMPAS.com - Pejabat Palestina di Gaza menyatakan, tentara Israel Gilad Shalit sudah dibawa ke Mesir, Selasa (17/10/2011) pagi. Hal ini menandai awal kesepakatan pertukaran tawanan antara Israel dengan Hamas dengan Mesir sebagai penengah.

Pejabat itu mengatakan, Sersan Shalit dibawa ke Mesir dengan menggunakan SUV yang dipenuhi orang bersenjata. Kendaraan itu melintasi perbatasan dengan Mesir kemudian segera kembali ke Gaza.

Di lain pihak, bus-bus yang membawa para tahanan asal Palestina juga bergerak masuk Mesir dengan tujuan akhir Gaza.

Kesepakatan pertukaran tahanan itu menyebutkan, Hamas melepaskan Shalit yang sudah mereka tahan selama lima tahun, sementara Israel membebaskan 1.027 warga Palestina yang ditahan di negara itu.

Sebelum subuh, sejumlah konvoi minibus berwarna putih dan truk membawa ratusan tahanan Palestina ke sejumlah lokasi di Tepi Barat dan ke perbatasan Israel-Mesir, tempat mereka akan dibebaskan. Di Gaza, pihak Palang Merah membenarkan bahwa para tahanan yang dijadwalkan untuk dibebaskan telah tiba di perlintasan perbatasan terdekat.

Pertukaran itu, dengan sejumlah mediator Mesir karena Israel dan Hamas tidak saling berbicara secara langsung, tetap berlanjut di tengah kritik dan pengajuan banding di Israel yang menggugat kesepakatan itu.

Disebutkan, proses pertukaran itu melibatkan sejumlah tahap yang cukup rumit. Para pejabat Palang Merah dan Mesir dilibatkan untuk memfasilitasi pergerakan perpindahan tahanan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Gaza, para milisi Hamas dikerahkan di sepanjang jalan menuju Mesir, tempat Shalit bakal dibawa. Tak lama setelah itu, ratusan warga Palestina yang dijadwalkan bebas melewati jalan yang sama.

Bila proses pertukaran rampung, 477 orang Palestina yang ditahan Israel, termasuk 27 perempuan, bakal bebas. Sisanya, 550 orang, dilepas dua bulan lagi.

Sementara itu, Shalit akan dibawa ke pangkalan militer Israel yang terletak di perbatasan dengan Mesir. Di situ dia akan mendapat seragam militer baru dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Selama dalam penahanan, Shalit tidak boleh dikunjungi, termasuk oleh Palang Merah. Meskipun dalam video yang dirilis Hamas pada 2009 Shalit terlihat sehat, kondisi mental dan fisiknya belum diketahui.

Shalit kemudian diterbangkan dengan helikopter ke pangkalan angkatan udara Israel. Di situ dia akan bertemu keluarganya, juga Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menteri pertahanan dan kepala staf militer Israel.

Intensitas kampanye media untuk membebaskan Shalit menjadikan tentara muda itu sebagai sebuah simbol di Israel. Semua radio dan televisi setempat menyiarkan tayangan langsung setiap perkembangan pertukaran itu sepanjang hari ini.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.