Giliran Butan Gelar "Royal Wedding" - Kompas.com

Giliran Butan Gelar "Royal Wedding"

Kompas.com - 13/10/2011, 12:57 WIB

PUNAKHA, KOMPAS.com — Rakyat Butan berpesta karena raja mereka menikah, Kamis (13/10/2011). Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuk (31) menikahi Jetsun Pema, seorang mahasiswa berusia 21 tahun.

Diiringi nyanyian para biarawan dan asap dupa, raja yang masih sangat muda itu memahkotai mempelainya pada akhir rangkaian ritual Buddha di biara abad ke-17 itu.

Prosesi pernikahan itu diawali dengan upacara penyucian. Pasangan pengantin berjalan bergandengan menuju ruang sakral yang terletak di bagian dalam biara. Kedua mempelai menjalani proses pemberkatan, penyembahan dan doa, dengan acara puncak sang ratu duduk di takhta.

Raja Wangchuk, yang berjuluk "Raja Naga", sangat dicintai rakyatnya. Sejak naik takhta pada tahun 2008, lulusan Oxford itu menerapkan demokrasi di negara yang terpencil dan kolot itu.

Sementara itu, Jetsun Pema, putri seorang pilot, langsung mendapat restu rakyat ketika Wangchuk mengumumkan pertunangan mereka. Kecantikan Jetsun Pema membuat rakyat jatuh hati padanya.

"Dari hari raja mengumumkan pernikahan kami sudah bersemangat," kata anggota parlemen Jagar Dorji saat tiba di biara.

"Pernikahan ini menjamin kelangsungan keluarga kerajaan."

Pernikahan kerajaan itu disambut penuh sukacita di seluruh penjuru negeri berpenduduk 700.000 itu . Mereka menggelar pesta selama tiga hari yang diisi dengan tarian dan nyanyian.

Butan melarang televisi asing hingga 1999 dan merupakan satu-satunya negara di dunia yang pemerintahnya mengejar "Kebahagiaan Nasional Bruto" bagi rakyatnya, bukan pertumbuhan ekonomi.

"Anda bisa pastikan bahwa kebahagiaan kami meningkat," canda Karma Tshiteem, kepala Komisi Nasional Bruto Kebahagiaan, yang bertugas mengukur apakah kebijakan pemerintah bisa meningkatkan kesejahteraan mental rakyat.

"Ini hari besar bagi semua warga Butan," kata Lhamo Tshering, ibu rumah tangga di Thimphu. "Semua orang mencintai raja dan untuk generasi saya, kami belum pernah melihat pernikahan kerajaan sebelumnya."

Setelah upacara, Raja dan Ratu Butan menyapa rakyat mereka dalam sebuah perayaan untuk publik.


EditorKistyarini

Close Ads X