Hizbullah: AS Dalangi Kerusuhan Kairo - Kompas.com

Hizbullah: AS Dalangi Kerusuhan Kairo

Kompas.com - 11/10/2011, 09:34 WIB

KAIRO, KOMPAS.com — Kelompok Hizbullah Lebanon menuduh Amerika Serikat mendalangi gelombang kekerasan sektarian di Mesir.

Kerusuhan pecah di Kairo pada Minggu (9/10/2011) saat sekitar 1.000 penganut Kristen Koptik berunjuk rasa memprotes penghancuran geraja di wilayah selatan Mesir.

Bentrokan pecah ketika para pengunjuk rasa mulai melempari polisi dengan batu dan bom molotov serta membakar mobil aparat, kata para saksi.

Kelompok Hizbullah, dalam pernyataannya, Senin, mengatakan, bentrokan itu merupakan bagian dari proyek Amerika Serikat untuk memecah belah Timur Tengah berdasarkan agama dan ras.

Organisasi ini menyerukan kepada rakyat Mesir untuk waspada dan mencoba mencari cara untuk menyelesaikan masalah melalui negosiasi.

Korban tewas dalam kerusuhan itu menjadi 36 orang, dengan lebih dari 320 orang terluka, televisi Al-Arabiya mengutip keterangan Kementerian Kesehatan.

Diskriminasi terhadap umat Koptik yang hanya 10 persen dari populasi Mesir "didukung" oleh pemerintah mantan Presiden Husni Mubarak, menurut laporan tentang kebebasan beragama oleh Departemen Luar Negeri AS.

Beberapa warga Kristen mengatakan, kebijakan itu berlanjut di bawah dewan militar yang mengambil alih kekuasaan setelah kejatuhan Mubarak.


EditorKistyarini

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X