Didukung UNESCO, Kemenangan Pertama Palestina

Kompas.com - 06/10/2011, 09:46 WIB
EditorKistyarini

PARIS, KOMPAS.com — Palestina telah meraih kemenangan diplomatik pertama dalam upaya memperoleh status kenegaraan penuh saat komite pelaksana UNESCO mendukung usahanya untuk menjadi anggota, Rabu (5/10/2011).

Sekutu Palestina di dunia Arab tak peduli dengan tekanan diplomatik Amerika Serikat serta Perancis dan mengajukan mosi tersebut ke negara anggota komite tersebut, yang mengesahkannya dengan 40 suara mendukung dan empat menentang, serta 14 abstain.

Upaya Palestina sekarang diajukan ke Sidang Majelis Umum badan kebudayaan PBB itu pada akhir Oktober untuk pengesahan akhir.

Amerika Serikat mendesak semua delegasi agar memberi suara "tidak" di Sidang Majelis Umum.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan, keputusan UNESCO  "membingungkan" saat Dewan Keamanan PBB mempertimbangkan permintaan dari Palestina bagi keanggotaan PBB, yang ditentang oleh Amerika Serikat.

Ketika berbicara kepada wartawan selama perjalanan ke Republik Dominika, ia menjawab, "Saya menilainya sangat membingungkan dan agak tak bisa dipercaya bahwa ada organ PBB membuat keputusan mengenai negara atau status negara sementara masalah itu telah diajukan ke PBB."

Hillary berkeras "keputusan mengenai status harus dibuat di PBB dan bukan di kelompok pembantu".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anggota parlemen dari partai Republik, Kay Granger, yang memimpin subkomite yang menyalurkan uang buat tujuan diplomatik mengatakan dalam satu pernyataan, ia "akan menyarankan agar semua dana dihentikan", kalau UNESCO menerima Palestina sebagai negara.

Dalam beberapa pekan, Dewan Keamanan PBB akan melakukan pemungutan suara mengenai permintaan sebagai anggota, yang diajukan Presiden Palestina Mahmoud Abbas  pada 23 September.

Amerika Serikat memiliki hak veto di Dewan Keamanan, dan telah menyatakan akan memveto setiap upaya menjadi negara sebelum Palestina mencapai kesepakatan dengan sekutu AS, Israel, mengenai sengketa wilayah yang telah berlangsung lama.

Tapi tak ada negara yang memilik hak veto di komite UNESCO, dan suara "tidak" Washington di Paris tak cukup untuk menghentikan mosi tersebut. Para pemimpin Palestina telah mengatakan, mereka menghadapi tekanan kuat diplomatik agar meninggalkan permohonan sebagai anggota.

Namun, Spanyol menyatakan negara itu tampaknya akan mendukung rekomendasi komite pelaksana.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X