Kapal Karam di Taiwan, 1 WNI Tewas - Kompas.com

Kapal Karam di Taiwan, 1 WNI Tewas

Kompas.com - 05/10/2011, 08:16 WIB

TAIPEI, KOMPAS.com — Seorang warga negara Indonesia tewas dalam kecelakaan kapal di Taiwan, kantor berita AFP melaporkan, Selasa (4/10/2011) malam.

WNI itu adalah satu dari enam korban tewas ketika Kapal Jui Hsing milik Taiwan tenggelam tak lama setelah kapal berbobot 11.500 ton itu meninggalkan Pelabuhan Keelung, Taiwan, menuju Fujian, China, Senin (3/10/2011).

Petugas pertolongan Taiwan yang mencari korban di lepas pantai Keelung di bagian utara negeri itu menemukan dua jenazah, Selasa, sehingga jumlah pelaut yang dikonfirmasi tewas jadi enam.

"Dua mayat hanyut ke pantai hari ini," kata seorang pejabat di Pusat Komando Penyelamatan Nasional.

Di antara korban yang tewas, tiga orang berasal dari Taiwan, termasuk kapten kapal Kuo Tai-Sheng, satu orang dari Myanmar, dan satu dari Indonesia. Kewarganegaraan korban terakhir belum diidentifikasi.

Pencarian empat anak buah kapal yang masih terdaftar sebagai hilang terhambat oleh cuaca buruk, kata Dinas Penjaga Pantai.

Kapal itu terkoyak dua akibat terjangan gelombang besar yang dipicu angin dahsyat sehingga memaksa beberapa dari 21 awak kapal melompat ke laut di tengah gelombang tinggi. Sebelas orang diselamatkan atau berenang menyelamatkan diri.

Kecelakaan tersebut memicu operasi pembersihan darurat oleh dinas perlindungan lingkungan sebab mereka khawatir ratusan ton minyak mungkin telah bocor dari tangki bahan bakar kapal itu ke laut.

Tayangan televisi memperlihatkan puluhan pekerja yang mengenakan peralatan perlindungan warna putih dan menggunakan peralatan penyerap untuk membersihkan jalur pantai yang terancam oleh minyak yang bocor yang diperkirakan sepanjang tiga kilometer.

"Kapan saja cuaca memungkinkan, kami akan memasang ’boom’ di sekitar kapal yang karam untuk membatasi penyebaran minyak yang tumpah," kata Shen I-fu, pejabat di Lembaga Perlindungan Lingkungan Hidup.


EditorKistyarini

Terkini Lainnya

Bayi Usia 10 Hari Ini Torehkan Sejarah di Kongres AS

Bayi Usia 10 Hari Ini Torehkan Sejarah di Kongres AS

Internasional
Cerita Penjual 'Es Kepal Milo' yang Berdiri 8 Jam Melayani Pembeli

Cerita Penjual "Es Kepal Milo" yang Berdiri 8 Jam Melayani Pembeli

Megapolitan
Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Nasional
Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Megapolitan
Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Nasional
Rela Antre Berjam-jam demi 'Es Kepal Milo' yang Viral di Medsos...

Rela Antre Berjam-jam demi "Es Kepal Milo" yang Viral di Medsos...

Megapolitan
Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Nasional
Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Regional
Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Internasional
Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Nasional
Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Regional
5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

Nasional
Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga 'Skybridge'

Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga "Skybridge"

Megapolitan
Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Megapolitan

Close Ads X