Penguasa Militer Mesir Setuju Amandemen UU Pemilihan

Kompas.com - 02/10/2011, 04:16 WIB
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

KAIRO, Kompas.com - Penguasa militer Mesir setuju untuk mengamandemen undang-undang pemilihan yang kontroversial, menyusul ancaman boikot pemilihan oleh puluhan partai politik. Demikian penuturan sumber militer, Sabtu (1/10/11).

Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, yang menerima kekuasaan ketika presiden Hosni Mubarak terguling pada Februari, setuju untuk mengamandemen undang-undang baru itu guna memungkinkan partai-parrai politik mengajukan calon untuk sepertiga kursi yang sebelumnya dicadangkan bagi calon-calon independen.

Keputusan itu dibuat setelah pertemuan antara kepala staf militer Sami Enan dan anggota-anggota Koalisi Demokratik, yang mengumpulkan puluhan kelompok politik, termasuk Ikhwanul Muslimin yang berpengaruh dan partai liberal Wafd.

Pada pertemuan itu, mereka -- dan puluhan kelompok lagi -- berkeberatan dengan Pasal 5, yang menetapkan bahwa duapertiga kursi akan berada dalam sistem daftar partai dan sisanya untuk independen.

Hari Kamis lalu, mereka mengancam untuk memboikot pemilihan, kecuali pasal yang kontroversial itu dihapuskan, yang memancing masalah kredibilitas pemilihan pertama Mesir pasca-Mubarak.

Mereka juga meminta pengaktivan undang-undang yang akan melarang politisi korup mencalonkan diri untuk jabatan selama 10 tahun.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.