Kemakmuran Eropa Tinggal Bayangan

Kompas.com - 29/09/2011, 07:41 WIB
EditorEgidius Patnistik

Integrasi mata uang pada awal tahun 2001 diproyeksikan akan menguatkan ekonomi Eropa dalam berhadapan dengan kekuatan ekonomi baru, seperti China, India, dan Brasil. Dan sekitar tujuh tahun pertama tidak menjadi masalah bagi 17 pengguna euro dari 27 anggota Uni Eropa. Semuanya berjalan baik sampai ketika krisis keuangan Amerika 2008 mulai menggoyahkan fondasi ekonomi sebagian negara Eropa.

Dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi di Eropa rata-rata tahun ini yang tipis, bisa dikatakan terjadi kemandekan di benua ini. Komisioner Ekonomi Uni Eropa Olli Rhen mengatakan, pemulihan dari krisis keuangan akan lambat dan sulit. Sebagian perkiraan bahwa empat tahun ke depan masih akan sulit sebelum terjadi pertumbuhan ekonomi yang normal. Namun, semuanya akan sangat bergantung pada seberapa baiknya kinerja ekonomi Yunani.

Dua negara tahun ini yang tampil lebih baik adalah Jerman dengan pertumbuhan diperkirakan 2,9 persen dan Polandia 4 persen. Dua negara lain yang parah adalah Spanyol dengan angka pertumbuhan ekonomi 0,8 persen dan Italia 0,7 persen. Situasi ini semakin menguatkan bahwa masa berlimpah ruah sudah berlalu, pesta sudah usai. Kini saatnya mengencangkan ikat pinggang.

Namun, tidak semua senang dengan berbagai retorika yang dikemukakan ekonom, politisi, dan pebisnis di Eropa. Mereka berbicara mengenai penghematan, kenaikan pajak, serta kenaikan harga barang dan jasa. Bagi kebanyakan warga Eropa, inilah krisis paling berat di sektor ekonomi. Oleh karena itu, sekitar 20.000 pekerja—wakil kaum pekerja Eropa—melancarkan unjuk rasa di Polandia ketika berlangsung pertemuan para pemimpin Eropa pertengahan September. Mereka menentang program penghematan yang banyak dilakukan pemerintahan di Eropa. (Asep Setiawan, Kontributor Kompas di London)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.