Delapan Polisi Afganistan Tewas dalam Serangan Taliban

Kompas.com - 29/09/2011, 02:58 WIB
EditorHertanto Soebijoto

KABUL, KOMPAS.com — Delapan polisi Afganistan tewas, Rabu (28/9/2011), ketika gerilyawan Taliban yang tampaknya dibantu oleh orang dalam menyerang pos mereka di Afganistan selatan, kata seorang pejabat.

Daud Ahmadi, juru bicara pemerintah daerah Provinsi Helmand, menuduh kelompok militan itu melakukan pembunuhan tersebut dan mengatakan bahwa mereka memperoleh bantuan dari sedikitnya satu polisi yang bersekongkol dalam serangan itu.

"Penyerang dibantu oleh satu polisi yang kini melarikan diri bersama senjatanya," kata Ahmadi kepada AFP, menunjuk pada serangan di distrik Nahri Sarraj, di Helmand.

"Tiga polisi lain terluka dan satu informan Taliban, kaki-tangan Taliban, melarikan diri bersama penyerang," tambah Ahmadi.

Selasa, lima orang tewas dalam serangan bom mobil bunuh diri di dekat kantor polisi di ibu kota provinsi Helmand, Lashkar Gah, dua bulan setelah pasukan Inggris menyerahkan kendali keamanan kepada Pemerintah Afganistan.

Ahad lalu, seorang prajurit AS tewas dan satu lagi cedera ketika seorang pegawai Afganistan melepaskan tembakan ke arah bangunan tambahan di Kedutaan Besar AS di Kabul yang digunakan oleh CIA. Tidak diketahui apakah penembak adalah penyusup Taliban.

Konflik meningkat di Afganistan dengan jumlah kematian sipil dan militer mencapai tingkat tertinggi tahun lalu, ketika kekerasan yang dikobarkan Taliban meluas dari wilayah tradisional di selatan dan timur ke daerah-daerah barat dan utara yang dulu stabil.

Sebanyak 711 prajurit asing tewas dalam perang di Afganistan sepanjang tahun lalu, yang menjadikan 2010 sebagai tahun paling mematikan bagi pasukan asing, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas situs independen icasualties.org.

Jumlah kematian sipil juga meningkat. Kementerian Dalam Negeri Afganistan mengumumkan bahwa 2.043 warga sipil tewas pada 2010 akibat serangan Taliban dan operasi militer yang ditujukan kepada gerilyawan.

Taliban, yang memerintah Afganistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.