Menkeu Jerman "Bentak" AS

Kompas.com - 28/09/2011, 08:04 WIB
EditorEgidius Patnistik

BERLIN, KOMPAS.com — Jerman mengatakan kepada AS agar berhenti menuding zona euro dan sebaiknya mengurusi saja ekonomi AS sendiri, yang sarat dengan utang besar. Krisis utang zona euro bukan urusan AS, yang sebaiknya fokus menyelesaikan masalah AS sendiri. Demikian dikatakan Menkeu Jerman Wolfgang Schaeuble di Berlin, Selasa (27/9).

Ini adalah ucapan Menkeu Jerman bernada berang yang kedua kali dalam dua minggu ini. Sebelumnya, Menkeu Jerman juga menghardik Menkeu AS Timothy Geithner agar tidak usah memikirkan zona euro dan sebaiknya membahas masalah AS sendiri.

Ucapan terbaru Schaeuble itu tampaknya ditujukan kepada Presiden AS Barack Obama, yang mengingatkan sehari sebelumnya bahwa kegagalan zona euro mengatasi Yunani yang terlilit utang akan ”menakutkan dunia”.

Ucapan Menkeu Jerman itu tidak seluruhnya benar. Trans-Atlantik harus melakukan koordinasi kebijakan karena keduanya memiliki kaitan erat ekonomi di tengah globalisasi. Krisis di satu wilayah akan langsung menyeret wilayah lain.

Namun, zona euro jengkel dengan AS, yang politisinya justru sibuk bertikai. Partai Demokrat menginginkan kenaikan pajak untuk mengurangi beban utang AS, tetapi Partai Republik menunjukkan perlawanan terhadap program kenaikan penerimaan pajak.

Bukan fokus untuk mengatasi ekonomi sendiri, AS berkali-kali meminta zona euro menyelesaikan akar krisis utang dengan harapan, ekonomi AS yang sekarat tidak terhunjam lebih dalam.

”Selalu lebih mudah memberikan pandangan kepada pihak lain ketimbang mengurusi masalah sendiri. Saya juga bisa memberikan nasihat kepada pemerintahan AS,” kata Schaeuble saat berbicara di European School of Management and Technology di Berlin.

”Walau Obama berpikir lain, saya kira, masalah Eropa bukanlah urusan AS,” katanya.

Masalah zona euro, julukan bagi 17 negara pengguna mata uang tunggal euro, adalah sikap investor yang tak mau memberikan uang kepada perbankan zona euro. Ada asumsi bahwa sejumlah perbankan euro mengalami kemandekan dana di sejumlah pemerintah yang memiliki utang besar.

PM Yunani berjanji

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X