RI Tegaskan Dukungan

Kompas.com - 28/09/2011, 02:18 WIB
Editor

New York, Kompas - Dukungan terhadap Palestina sekali lagi dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Senin (26/9).

”Upaya mendorong perdamaian dan pembangunan di kawasan Timur Tengah kiranya langkah pertama dan yang utama harus dilakukan adalah mengoreksi ketidakadilan sejarah yang telah dibiarkan berlangsung lama terhadap rakyat Palestina. Dukungan Indonesia terhadap kehendak dan hak-hak rakyat Palestina untuk hidup secara bebas, damai, adil, dan bermartabat di tanah air mereka telah berlangsung cukup lama dan tidak akan pernah berhenti,” kata Marty, seperti dilaporkan wartawan Kompas A Joice Tauris Santi dari New York.

Indonesia sangat mendukung keinginan Palestina untuk menjadi negara anggota penuh PBB. Keanggotaan tersebut kiranya konsisten dengan visi solusi dua negara, yaitu suatu solusi damai, adil, dan komprehensif di Timur Tengah.

Marty juga mengatakan, fokus perhatian tinggi dunia terhadap isu Palestina saat ini seharusnya disalurkan melalui cara yang konstruktif menuju pencapaian kemitraan yang inklusif di antara negara PBB, langkah yang menghasilkan pemenuhan tanggung jawab sejarah yang dibebankan kepada PBB.

Selain masalah Palestina, Marty juga menyinggung tentang kerja sama ASEAN. Di Asia Tenggara, sebagai Ketua ASEAN, Indonesia telah bekerja secara terus-menerus untuk mengembangkan kapasitas kawasan dalam mencegah dan mengatur konflik potensial dan memecahkannya.

”Upaya-upaya kami difokuskan tidak hanya untuk mengembangkan lebih lanjut mekanisme pencegahan dan pemecahan konflik dalam forum ASEAN, tetapi juga dalam mengembangkan dan menjaga tingkat kenyamanan yang dibutuhkan di antara negara-negara ASEAN untuk menyelesaikan konflik di antara mereka sendiri,” kata Marty.

Meneliti kelayakan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB telah menyampaikan permohonan Palestina menjadi anggota penuh PBB ke Komite Dewan Keamanan tentang Permohonan Palestina. Komite tetap beranggotakan 15 negara ini akan meneliti apakah sebuah negara layak menjadi anggota.

Menurut Kepala Perwakilan Tetap RI di PBB Hasan Klein, parameter penerimaan anggota antara lain apakah negara itu cinta damai dan apakah negara tersebut dapat menjalankan kewajibannya sebagai anggota PBB, seperti membayar iuran dan kewajiban lainnya.

Menurut rencana, komite ini akan bertemu mendiskusikan pertimbangan mereka pada Rabu ini, dan mengajukan pertimbangan tersebut ke Dewan Keamanan (DK) hari Jumat. Duta Besar Lebanon untuk PBB Nawaf Salam, yang mendapat giliran menjadi Ketua DK PBB bulan ini, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers singkat.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.