Aborigin Australia Penjelajah Pertama di Dunia

Kompas.com - 24/09/2011, 10:33 WIB
EditorRobert Adhi Ksp

KOPENHAGEN, KOMPAS.com -  Sebuah tim peneliti internasional untuk pertama kalinya menyatukan genom manusia dari suku aborigin Australia. Penelitian genom itu memberi pemahaman baru bahwa aborigin Australia adalah penjelajah pertama di dunia.

Profesor Eske Willerslev dari University of Copenhagen, Denmark, yang memimpin penelitian, menjelaskan, aborigin Australia turun dari penjelajah manusia pertama, sedangkan nenek moyang Eropa dan Asia sedang duduk di suatu tempat di Afrika atau Timur Tengah.

"Nenek moyang aborigin Australia menyebar dengan cepat. Mereka manusia modern pertama yang melintasi wilayah yang tidak dikenal di Asia dan akhirnya menyeberang laut ke Australia. Ini adalah perjalanan benar-benar menakjubkan yang mengharuskan mereka memiliki keterampilan bertahan hidup yang luar biasa menuntut dan keberanian," kata Eske seperti disiarkan ScienceDaily, Jumat (23/9) waktu setempat atau Sabtu (24/9/2011) WIB.

Penelitian itu sendiri dipublikasikan di jurnal Science. Dengan sekuensing genom, para peneliti menunjukkan bahwa aborigin Australia turun langsung dari ekspansi manusia awal ke Asia yang terjadi sekitar 70.000 tahun yang lalu atau setidaknya 24.000 tahun sebelum gerakan populasi yang memunculkan masa kini Eropa dan Asia.

Hasil sekuensing genom itu menyiratkan bahwa yang modern hari aborigin Australia sebenarnya keturunan langsung dari orang pertama yang tiba di Australia sejak 50.000 tahun yang lalu. Sampel penelitian berasal dari rambut yang disumbangkan untuk seorang antropolog Inggris oleh seorang pria aborigin dari wilayah Goldfields Australia Barat pada awal abad 20.

Seratus tahun kemudian, para peneliti telah mengisolasi DNA dari rambut yang sama, menggunakannya untuk mengeksplorasi genetika Australia pertama dan untuk memberikan wawasan ke dalam bagaimana manusia pertama tersebar di seluruh dunia.

Sejarah aborigin Australia memainkan peran kunci dalam memahami penyebaran dari manusia pertama yang meninggalkan Afrika. Bukti arkeologi menetapkan keberadaan manusia modern di Australia sekitar 50.000 tahun lalu, tetapi penelitian ini kembali menulis kisah perjalanan mereka di sana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, teori yang paling luas diterima adalah bahwa semua manusia modern berasal dari Afrika yang secara bergelombang bermigrasi ke Eropa, Asia, dan Australia.

Dalam model itu, Australia pertama akan bercabang dari populasi Asia, yang terpisah dari nenek moyang orang Eropa. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa ketika nenek moyang aborigin Australia memulai perjalanan pribadi mereka, nenek moyang dari Asia dan Eropa belum dibedakan dari satu sama lain.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X