Bendera Baru Libya Berkibar di Gedung PBB

Kompas.com - 21/09/2011, 09:53 WIB
EditorRobert Adhi Ksp

NEW YORK, KOMPAS.com - Bendera baru Libya berkibar untuk pertama kalinya di gedung Perserikatan Bangsa-bangsa pada Selasa (20/9/2011) waktu New York. Sementara Presiden AS Barack Obama meminta agar para pengikut Kaddhafi berhenti bertikai.  

Para pemimpin internasional di Sidang Majelis  Umum Perserikatan Bangsa-bangsa memuji Libya dan diri mereka sendiri karena Kaddhafi telah berhasil disingkirkan dengan pemberontakan  yang didukung oleh NATO.  

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyambut pemimpin baru Libya ke dalam komunitas internasional. "Hari ini, kita harus sekali lagi menanggapi dengan kecepatan dan keputusan cepat. Ini adalah saatnya perdamaian dan konsolidasi," kata Ban, seperti dilaporkan wartawati Kompas, Anastasia Joice Tauris Santi dari New York, AS, Rabu (21/9/2011) pagi WIB.  

Pemimpin Libya yang baru kembali kepada bendera lama  yang sudah digunakan sejak tahun 1951 hingga 1977 ketika Kaddhafi memerintah selama 42 tahun. Ketika masa berkuasa, Kadhafi menggunakan bendera hijau. Sementara bendera baru ini berwarna hitam, merah dan hijau dengan gambar bintang.  

Pemimpin baru Libya akhirnya diakui oleh Uni Afrika Selasa ini. Namun, mereka masih menghadapi tantangan bagaimana mempersatukan Libya yang terpecah secara suku, kawasan dan ideologi.   Mustafa Abdul Jalil, pemimpin Dewan Transisi Libya mengatakan akan terus mendukung semangat toleransi dan rekonsiliasi.  

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X