Kalla Marah kepada Negara Penuding Kerusakan Lingkungan

Kompas.com - 19/09/2011, 07:17 WIB
EditorRobert Adhi Ksp

PALANGKARAYA, KOMPAS.com Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku pernah marah kepada negara-negara yang mempersoalkan kerusakan lingkungan di Indonesia. Kemarahan itu ia ungkapkan saat menjabat sebagai Wakil Presiden, antara lain kepada Singapura, Malaysia, dan Jepang.

Kalla seusai uji coba penaburan benih dari udara oleh PT Hutan Amanah Lestari di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/9/2011), menjelaskan, Singapura dan Malaysia pernah keberatan terhadap kebakaran hutan di Indonesia. Asap tebal terbawa ke kedua negara itu.

"Singapura dan Malaysia marah-marah dan minta Indonesia minta maaf. Saya bilang, apa minta maaf. Baru sebulan saja kena asap sudah minta permohonan maaf," ujarnya. Selama 11 bulan, hutan di Indonesia menghasilkan oksigen. Lain halnya jika negara-negara itu menyampaikan terima kasih.

"Kalau 11 bulan Singapura dan Malaysia berterima kasih karena diberi oksigen, baru saya pertimbangkan minta maaf," ucapnya disambut tepuk tangan dan tawa undangan. Singapura dan Malaysia sebenarnya harus ikut bertanggung jawab karena hasil alam Indonesia dinikmati rakyat kedua negara tersebut.

"Kenapa mereka tak mau dituduh berkontribusi merusak lingkungan Indonesia. Demikian pula Jepang, saya pernah marah," kata Kalla tanpa menyebutkan tahun kejadian itu. Komitmen pemerintah Indonesia untuk mencegah kerusakan lingkungan saat itu dipertanyakan.

Kalla lalu menjawab, "Dulu Jepang membeli hasil alam Indonesia dengan harga murah, tetapi kemudian mempersoalkan kerusakan lingkungan. Apakah saya harus biarkan saja hutan-hutan itu rusak. Biar kita sama-sama susah," papar Kalla disambut riuh rendah suara undangan.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X