Turis Malaysia Jadi Korban Bom Thailand

Kompas.com - 17/09/2011, 17:52 WIB
EditorJosephus Primus

THAILAND, KOMPAS.com - Para wisatawan Malaysia termasuk di antara empat orang yang tewas dan 110 lainnya cedera akibat ledakan-ledakan bom di Thailand selatan, kata pihak berwenang, Sabtu (17/9/2011).     

Tiga warga Malaysia termasuk seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan seorang warga Thailand tewas akibat ledakan-ledakan bom dekat dua hotel dan satu pusat kebudayaan China-Thailand dalam satu serangan terkoordinasi di kota Sungai Golok, Provinsi Narathiwat, Jumat malam.     

Polisi mengatakan para gerilyawan mungkin dengan sengaja  mencederai para turis dengan tiga ledakan bom, satu dari yang terkuat dalam bulan-bulan belakangan ini di wilayah paling selatan yang berpenduduk mayoritas Muslim tempat perlawanan tujuh tahun yang telah menewaskan ribuan orang itu.     

"Para gerilyawan bertujuan untuk meningkatkan aksi kekerasan  pada tingkat terorisme internasional dengan mengincer para warga asing," kata Phaithoon Choochaiya, komandan polisi Provinsi Perbatasan Selatan, dalam kunjungan untuk melihat mereka yang cedera di rumah sakit kota itu, Sabtu pagi.     

Para gerilyawan selalu mengincar pasukan keamanan, para karyawan pemerintah dan para warga Muslim dan Buddha dalam serangan-serangan. Akan tetapi, aksi kekerasan jarang dilakukan terhadap warga asing.     

Direktur rumah sakit Sungai Golok mengatakan 19 turis Malaysia  termasuk di antara mereka yang cedera masih dirawat akibat luka yang mereka alamiu dan para korban lainnya telah meninggalkan rumah sakit.     

Dua bom di luar hotel Parkson  dan pusat kebudayaan China-- diletakkan di sepeda-sepeda motor. Satu ledakan lain tejadi di luar hotel Merlin dan dekat satu kantor polisi diperkirakan satu bom mobil.     

Polisi lainnya dan pihak militer memberikan penjelasan lain  menyangkut aksi kekerasan  itu, dengan mengatakan para pedagang narkoba, yang memberikan uang kepada para gerilauwan lokal, memicu ledakan-ledakan itu untuk membalas tidakan keras pemerintah terhadap pedagang narkoba belum lama ini.     

Ledakan Jumat malam itu pasti aksi pembalasan dari para pedagang narkoba yang mendanai para gerilyawan. Setiap kami memusatkan operasi terhadap pedagang narkoba, maka akan terjadi aksi kekerasan," kata komandan polisi Sungai Golok Kolonel  Jakkarporn Tatong kepada AFP.     

Letjen Udochai Thamsarorat dari Komando Militer IV  mengatakan kegiatan ilegal itu adalah penyebab semua kekacauan di daerah itu.     

Sekitar 4.800 orang tewas dalam serangan hampir setiap hari  sejak awal tahun 2004, kata  Deep South Watch, satu kelompk riset independen yang memantau konflik di tiga provinsi selatan  dekat perbatasan Malaysa itu.     

Kelompok itu mengatakan ia melihat satu frekuensi lebih tinggi serangan dengan intensitas lebih besar aksi kekerasan dalam bulan-bulan belakangan ini.     

Pada Kamis lima tentara tewas setelah grilyawan menembaki  mereka yang cedera akibat dihantam satu bom di pinggir jalan, kata polisi.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.