China Akhirnya Akui Pemberontak Libya

Kompas.com - 13/09/2011, 08:07 WIB
EditorEgidius Patnistik

BEIJING, KOMPAS.com - China secara resmi mengakui kelompok pemberontak Libya, Dewan Transisi Nasional (NTC), sebagai "otoritas yang berkuasa dan wakil rakyat Libya", kata kantor berita resmi Xinhua, Senin (12/9/2011).

Pengumuman singkat itu mengakhiri pekan-pekan ketidakpastian mengenai kapan Beijing akan secara resmi mengakui pasukan pemberontak yang telah mengalahkan loyalis Mommar Khadafy sebagai penguasa resmi Libya. China merupakan salah satu dari sedikit negara yang sejauh ini menahan pengakuan terhadap pemberontak Libya.

Sementara itu, Khadafy kembali mendesak rakyat Libya untuk tidak menyerah pada mereka yang disebutnya sebagai penjajah negara Afrika utara itu. Pesan Khadafy itu disiarkan Senin televisi Arrai dari Suriah dan dibacakan oleh pemilik saluran tersebut. "Kami hari ini atau kemarin malam seharusnya telah menyiarkan pidato pemimpin pejuang itu tetapi untuk alasan keamanan penampilan pesan televisi ini ditunda," kata Mishan Jabouri sebelum membacakan pesan Khadafy tersebut. "Itu menunjukkan pemimpin itu berada di antara para pejuangnya dan penduduk untuk memimpin perjuangan dari wilayah Libya, dan tidak dari Venezuela atau Niger atau tempat lain lagi," kataya.

Keberadaan Khadafy hingga kini tidak diketahui jelas. Dari tempat persembunyiannya, ia berulang kali melontarkan janji-janji untuk melanjutkan perang, ketika semakin banyak negara mengakui NTC sebagai pemerintah yang berkuasa di Libya.

Dewan itu kini sedang dalam proses memindahkan pemerintah mereka ke Tripoli dari markas sebelumnya di Benghazi, setelah mencapai kemenangan-kemenangan atas pasukan Khadafy. NTC, yang mengatur permasalahan kawasan timur yang dikuasai pemberontak, sejauh ini melobi keras untuk pengakuan diplomatik dan perolehan dana untuk mempertahankan perjuangan berbulan-bulan dengan tujuan mendongkel Khadafy.

Negara-negara besar yang dipelopori AS, Perancis dan Inggris membantu mengucilkan Khadafy dan memutuskan pendanaan dan pemasokan senjata bagi pemerintahnya, sambil mendukung dewan pemberontak dengan tawaran-tawaran bantuan. Kelompok pemberontak Libya kini telah memasuki Tripoli dan rejim Khadafy telah dianggap jatuh oleh banyak kalangan.

Selain China, negara-negara yang telah mengakui NTC sebagai perwakilan sah rakyat Libya antara lain Rusia, Mesir, Chad, Turki, Uni Emirat Arab (UAE), Australia, Inggris, Perancis, Jerman, Gambia, Italia, Yordania, Malta, Qatar, Senegal, Spanyol dan AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.