Ketakutan Rakyat AS pada Terorisme Berkurang

Kompas.com - 09/09/2011, 08:03 WIB
EditorKistyarini

WASHINGTON, KOMPAS.com - Kekhawatiran di antara warga Amerika Serikat dari serangan teroris baru telah menurun, menurut hasil sebuah jajak pendapat yang dirilis, Kamis (8/9/2011), meskipun mayoritas penduduk New York merasa kota mereka tetap menjadi target utama.

Tiga puluh enam persen orang Amerika yang disurvei dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei Universitas Quinnipiac bersikap "jika tidak sangat khawatir maka agak khawatir" tentang "akan adanya serangan teroris di Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang."

Menjelang ulang tahun ke-10 akhir pekan ini dari Serangan 11 September, bagaimanapun, 58 persen dari penduduk New York percaya bahwa serangan lain terhadap kota mereka yang akan mengakibatkan jumlah kematian yang besar adalah sangat mungkin atau agak mungkin terjadi.

"Di seluruh penjuru negeri, kekhawatiran terjadinya serangan lain seperti 9 / 11 telah banyak pudar," kata Maurice Carroll, direktur jajak pendapat di universitas swasta di Connecticut, mengingat sebuah jajak pendapat Quinnipiac pada tahun 2006 di mana 62 persen takut akan terjadinya serangan lain.

Temuan Quinnipiac yang didasarkan pada survei kepada responden terdaftar di New York dan seluruh penjuru negara dilakukan pada tanggal 1-6 dan 16-27 Agustus, dengan margin of error 2,7 dan 1,9 poin persentase.

Pekan lalu, seorang jajak pendapat yang dilakukan Pew Research Center menemukan bahwa satu dari tiga orang Amerika Serikat berpikir itu hanya masalah keberuntungan bahwa bangsa mereka telah terhindar dari terulangnya serangan 11 September 2001 di World Trade Center dan Pentagon.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X