Dipenjara karena Gigit Ular

Kompas.com - 03/09/2011, 09:07 WIB
EditorKistyarini

SACRAMENTO, KOMPAS.com — Seorang pria Sacramento, California, Amerika Serikat, harus masuk bui gara-gara menggigit seekor ular piton. Associated Press melaporkan hal itu, Sabtu (3/9/2011).

Menurut polisi, piton itu harus menjalani operasi setelah mengalami dua luka gigit.

Ceritanya, pada Kamis (1/9/2011), polisi mendapat panggilan dari kawasan Del Paso Heights, sekitar pukul 18.30 waktu setempat. "Seseorang yang melewati jalan itu melihat seorang lelaki tergeletak di jalan dan diduga menjadi korban penyerangan," papar Sersan Andrew Pettit dari kepolisian setempat.

Saat tiba di lokasi, polisi menemukan David Senk (54) masih tergeletak. Ternyata, kata polisi, Senk bukanlah korban.

Seorang pria kemudian mendekati polisi dan menuduh Senk menggigit seekor ular piton berukuran sekitar 1 meter. "Ada dua luka bekas gigitan pada tubuh ular itu," kata Pettit.

Senk kemudian ditahan atas dugaan membuat cacat seekor ular. Dia ditahan dengan jaminan 10.000 dollar AS (Rp 85 juta).

Dalam wawancara dengan KXTL-TV, Jumat (2/9/2011), Senk mengatakan tidak ingat apa-apa soal kejadian itu dan dia mengaku mengalami masalah dengan minuman beralkohol.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bila Anda bertemu pemiliknya, tolong katakan saya minta maaf. Saya mau membayar biaya pengobatannya," kata Senk di sel tahanannya.

Ular malang itu diserahkan ke Layanan Perawatan Satwa Sacramento. Akibat "serangan" Senk, ular itu kehilangan sejumlah tulang iga.

Menurut petugas, ular berumur dua tahun itu mengalami luka cukup parah. "Bisa dilihat dari hatinya dan sepanjang sisi badannya," kata Gina Knepp, manajer tempat perawatan satwa itu.

"Belum ada yang mengaku memiliki ular itu sampai saat ini," ujar Knepp.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X