Pasukan Oposisi Terus Memburu Khadafy

Kompas.com - 01/09/2011, 02:03 WIB
Editor

Senin lalu di Qatar, pada pertemuan dengan pemimpin militer negara yang terlibat dalam operasi NATO di Libya, Abdel Jalil mengatakan, Khadafy tetap menjadi ancaman terhadap Libya dan dunia.

NTC secara resmi juga meminta Aljazair mengembalikan keluarga Khadafy yang mencari perlindungan di negara itu. Istri Khadafy, Safia, putrinya, Aisha, serta dua putranya, Muhammad dan Hannibal, beserta keluarga yang lain diberitakan melintas ke wilayah Aljazair, Senin pagi. NTC menganggap tindakan Aljazair melindungi keluarga Khadafy itu sebagai aksi permusuhan.

”Kami berjanji akan menggelar pengadilan yang adil terhadap para kriminal itu. Kami menganggap tindakan Aljazair menampung keluarga Khadafy sebagai aksi permusuhan,” kata juru bicara NTC, Mahmud Shamam.

Ia memperingatkan siapa pun agar tidak memberikan perlindungan kepada Khadafy dan keluarganya. ”Kami akan terus memburunya, hingga kami menangkapnya,” ujar Shamam.

Pemerintah Aljazair beralasan, mereka menerima keluarga Khadafy semata karena faktor kemanusiaan. Akan tetapi, hal ini memperburuk hubungan diplomatik antara Libya dan Aljazair. Hingga kini, Aljazair belum mengakui eksistensi NTC dan tidak pernah meminta Khadafy mundur.

Dalam konteks perburuan keluarga Khadafy, salah seorang komandan militer Tripoli, Mahdi Al Haraki, kepada televisi Alarabiya mengungkapkan, Khamis Khadafy, putra kelima Khadafy, tewas dalam aksi baku tembak dengan pasukan oposisi di dekat Tripoli.

Al Haraki mengatakan, Khamis mengalami luka parah dalam pertempuran di sebuah tempat antara Bani Walid dan Tarhuna. Khamis lalu dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tak tertolong lagi, kemudian ia dikubur di kawasan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Khamis dikenal sebagai Komandan Divisi 32, pasukan elite dalam jajaran militer Khadafy.

Lembaga Human Rights Watch menuduh Divisi 32 terlibat dalam pembantaian tahanan di Tripoli, sebelum divisi tersebut mundur, menyusul masuknya oposisi ke Tripoli, pekan lalu.

Juru bicara militer NTC, Ahmad Bani, mengungkapkan, mereka memiliki informasi cukup kuat bahwa pemimpin lembaga intelijen Libya, Abdullah Sanusi, juga tewas bersama Khamis. Adapun sejumlah perwira tinggi aparat keamanan pasukan Khadafy telah menyerahkan diri dan kini diperiksa.

Ketua dewan militer kota Tripoli, Abdul Hakim Belhaj, mengungkapkan, Saadi Khadafy, putra ketiga Khadafy, telah menghubunginya dan menawarkan menyerahkan diri kepada NTC dengan imbalan mendapat jaminan keamanan.

Menteri Perminyakan dan Ekonomi NTC Ali Tarhuni mengatakan telah memiliki informasi secara umum tentang keberadaan Khadafy sekeluarga. Ia menegaskan, tuntutan minimal NTC yang tidak bisa ditawar-tawar adalah bisa menangkap Khadafy.

Keberadaan Khadafy masih simpang siur. Ada berita yang menyebutkan Khadafy bersembunyi di Sabha, ada pula yang mengatakan bahwa Khadafy bersembunyi di Sirte, kota kelahirannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.