Pengadilan Sita Harta Musharraf

Kompas.com - 29/08/2011, 04:40 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Pengadilan antiterorisme di Pakistan menyita harta kekayaan mantan presiden Pervez Musharraf. "Pengadilan juga memerintahkan pembekuan beberapa rekening bank milik Musharraf," kata Jaksa Chaudry Azhar.

Menurut warta AP dan AFP pada Senin (29/8/2011), nilai kekayaan Musharraf di Pakistan tidak diketahui. Kendati begitu, ia diketahui memiliki peternakan, rumah, tanah, dan sejumlah rekening bank.

Musharraf dicari terkait dengan pembunuhan mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto. Jaksa menuduh Musharraf gagal melindungi Bhutto. Mantan penguasa militer tersebut pun diduga berkomplot untuk melenyapkan para pesaing politik sebelum pemilihan umum.

Benazir Bhutto tewas ketika tengah berpidato dalam kampanye pemilu di kota Rawalpindi, dekat ibukota Islamabad, 27 Desember 2007. Ketika itu, pemerintah Musharraf menyebut Baitullah Mehsud, pemimpin kelompok Taliban Pakistan, sebagai pembunuh Bhutto. Mehsud menolak tuduhan itu.

Bhutto, yang dua kali menjadi perdana menteri, kembali dari pengasingan di luar negeri untuk ikut pemilu. Rencana ini sirna setelah ia tewas dalam kampanye.

Suami Bhutto, Asif Ali Zardari, memimpin Partai Rakyat Pakistan dan memenangi pemilu 2008. Kemenangan ini mengantarkannya menjadi presiden Pakistan.

Jaksa berpendapat Musharraf tidak menyediakan pengamanan yang cukup sehingga Bhutto tewas. Jaksa mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap Musharraf Februari lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Musharraf, yang sekarang menetap di London dan Dubai, membantah dakwaan jaksa dan menolak memenuhi perintah pengadilan.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X