Anjing Bisa Endus Kanker Paru - Kompas.com

Anjing Bisa Endus Kanker Paru

Kompas.com - 18/08/2011, 16:02 WIB

BERLIN, KOMPAS.com Menurut para peneliti Jerman, anjing pelacak dapat digunakan untuk mendeteksi kanker paru-paru. Mereka telah menulis tentang hal itu di European Respiratory Journal sebagaimana dikutip BBC, Kamis (18/8/2011). Temuan mereka menunjukkan, anjing yang terlatih dapat mendeteksi tumor pada 71 persen pasien.

Namun, para ilmuwan itu tidak tahu unsur kimia apa yang dideteksi anjing-anjing tersebut dan itulah yang mereka katakan perlu diketahui dengan mengembangkan suatu program screening. Akurasi dan pemanfaatan temuan itu dalam kehidupan medis dikatakan masih sangat jauh.

Anjing pertama kali diduga bisa "mengendus" kanker pada 1989 dan studi lebih lanjut telah menunjukkan bahwa anjing dapat mendeteksi beberapa kanker, seperti kanker kulit, kandung kemih, usus, dan payudara. Tumor diperkirakan menghasilkan "bahan kimia yang mudah menguap" yang bisa dideteksi seekor anjing.

BBC melaporkan, para peneliti itu melatih empat anjing, yaitu dua anjing gembala Jerman, seekor anjing gembala Australia, dan seekor lagi labrador, untuk mendeteksi kanker paru-paru. Tiga kelompok pasien diuji dengan 110 orang sehat, 60 orang penderita kanker paru-paru, dan 50 orang berpenyakit paru dengan penyulit kronis, penyempitan saluran udara di paru-paru.

Mereka semua mengeluarkan napas ke dalam sebuah tabung berisi bulu, yang menyerap setiap bau. Anjing-anjing itu mengendus tabung-tabung tersebut dan duduk di depan tabung-tabung tempat binatang itu mendeteksi bau kanker paru-paru. Mereka berhasil mendeteksi 71 persen pasien.

Penulis laporan dari Schillerhoehe Hospital, dr Thorsten Walles, mengatakan, "Dalam napas pasien kanker paru-paru, kemungkinan ada bahan kimia yang berbeda dengan contoh napas orang normal. Penciuman tajam anjing-anjing itu dapat mendeteksi perbedaan tersebut pada tahap awal penyakit. Hasil kami mengonfirmasi kehadiran penanda adanya kanker paru-paru. Ini sebuah langkah besar ke depan."

Anjing tidak mungkin menjadi bagian dari praktik kerja dokter sehari-hari sehingga para peneliti kini tengah mengerjakan "hidung elektronik" yang akan mampu mendeteksi bahan kimia itu sama seperti yang dilakukan anjing. Bahan kimia tersebut atau kombinasi bau itu belum ditemukan. "Sayangnya, anjing tidak dapat mengomunikasikan aroma biokimia kanker," keluh para peneliti itu.

Petugas informasi sains di Cancer Research Inggris, dr Laura McCallum, mengatakan, "Meskipun sekarang ada beberapa penelitian yang menarik yang menunjukkan bahwa anjing mungkin mencium bau kanker dalam beberapa situasi, kita masih jauh dari pemahaman yang tepat tentang 'bau molekul' mana yang anjing-anjing itu deteksi dan apakah studi ini akurat. Pasalnya, akan sangat sulit untuk menggunakan anjing di klinik. Penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk mempelajari lebih jauh tentang molekul-molekul yang dilepaskan tumor dan apakah perangkat seperti 'hidung elektronik' bisa membantu mengendus molekul-molekul itu."


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorEgidius Patnistik

    Close Ads X