Breivik Punya Bom Lain yang Lebih Besar

Kompas.com - 18/08/2011, 02:52 WIB
EditorLaksono Hari W

OSLO, KOMPAS.com — Pelaku penembakan dan pengeboman di Norwegia pada 22 Juli 2011 telah mempersiapkan bom kedua yang lebih besar dari pengeboman pertama di kawasan pusat pemerintahan di Oslo, Norwegia.

Mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya, stasiun televisi NRK melaporkan bahwa sebuah bom ditemukan di peternakan yang disewa Anders Behring Breivik, sekitar 140 kilometer arah utara Oslo. Bom itu berbobot antara 1 dan 1,5 ton dan siap untuk digunakan. Sebagai perbandingan, bom mobil yang meledak di luar kantor pemerintah di Oslo memiliki berat 950 kilogram dan menewaskan delapan orang. Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Norwegia tidak bersedia mengomentari laporan NRK tersebut.

Pada 27 Juli, polisi telah menemukan dan menghancurkan bahan peledak yang disimpan di peternakan terisolasi yang disewa oleh Behring Breivik. Mereka tidak merinci jumlah, ukuran, atau kondisi bahan peledak tersebut.

Behring Breivik yang berusia 32 tahun merupakan ekstremis sayap kanan yang telah merencanakan serangan selama bertahun-tahun. Ia menyewa sebuah lahan pertanian beberapa bulan sebelum pembantaian pada 22 Juli. Lahan itu disewa dengan alasan untuk menanam sayuran. Namun, ia diduga kuat melakukan hal itu agar dapat membeli pupuk kimia tanpa menimbulkan kecurigaan.

Sebuah koperasi pertanian di Norwegia mengatakan, pada Mei 2011, Behring Breivik menerima pengiriman enam ton pupuk yang mungkin digunakan untuk membuat bom.

Setelah merakit bomnya di Oslo, ia melakukan penembakan brutal pada pertemuan sekolah musim panas yang diselenggarakan Partai Buruh berkuasa kubu Perdana Menteri Jens Stoltenberg di sebuah pulau dekat Utoeya, Jumat (22/7/2011). Serangan itu menewaskan 69 orang, sebagian besar di antaranya remaja.

Selama diinterogasi polisi, Breivik mengatakan bahwa ia memikirkan "target lain" pada hari itu. Media setempat meyakini bahwa ia berencana menyerang istana dan markas Partai Buruh. Breivik kini ditahan dalam penjara dengan tingkat keamanan tinggi di dekat Oslo. Ia mengaku melakukan serangan tersebut dan mengklaim bertindak sendirian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.