"Indonesia Raya" Dikumandangkan Radio Tertua di Asia

Kompas.com - 17/08/2011, 07:34 WIB
EditorJimmy Hitipeuw

KOLOMBO, KOMPAS.com — Lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dikumandangkan oleh salah satu radio tertua di Asia, Sri Lanka Broadcasting Corporation, untuk memperingati HUT ke-66 kemerdekaan Indonesia. Lagu "Indonesia Raya" ini diperdengarkan tidak hanya di Sri Lanka, tetapi juga ke seluruh dunia melalui transmisi medium wave (MW) dan lewat situsnya, www.sibc.ik.

Siaran ini menampilkan rekaman pembawa acara, Yusuf Noorden, Direktur Pelayanan Bahasa Inggris Sri Lanka Broadcasting Corporation, dan Duta Besar Indonesia di Sri Lanka Djafar Husein, Selasa (16/8/2011), di Kolombo. Rekaman ini rencananya disiarkan hari ini pada pukul 18.30 waktu Kolombo atau pukul 17.00 WIB.

Dalam pesan yang dibawakan dalam bahasa Inggris, Djafar Hussein menyampaikan ucapan terima kasih kepada rakyat dan Pemerintah Sri Lanka yang menaruh perhatian besar terhadap bangsa Indonesia, khususnya dalam peringatan kemerdekaan RI. Selain pesan dari Pemerintah Indonesia yang disampaikan oleh Djafar Husein, Yusuf Noorden juga mengadakan sesi tanya jawab tentang Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia serta perannya, antara lain dalam politik, sosial, dan budaya, dengan Sri Lanka.

Sri Lanka Broadcasting Corporation tergolong sebagai stasiun radio tertua di Asia atau tertua ketiga di dunia setelah British Broadcasting Corporation dan Voice of America. Radio ini dikenal pada masa lalu dengan sebutan Radio Ceylon dan resmi beroperasi pada 1923 atau tiga tahun setelah diluncurkannya BBC di Inggris.

Stasiun radio yang sekarang dikenal dengan Sri Lanka Broadcasting Corporation itu memiliki 40 studio siaran, sembilan studio di antaranya untuk siaran langsung. Sri Lanka Broadcasting Corporation memberikan pelayanan dalam tiga bahasa, yaitu Sinhala, Tamil, dan Inggris. Pelayanan ini ditujukan bagi warga Sri Lanka di dalam dan luar negeri ataupun masyarakat dunia.

Beberapa tokoh terkenal dunia tercatat pernah berkunjung dan menyampaikan pesannya lewat stasiun radio. Ratu Elizabeth II, misalnya, menyempatkan diri untuk menyuarakan langsung pesannya kepada masyarakat Sri Lanka dan dunia melalui Sri Lanka Broadcasting Corporation pada 1954, yang saat itu dikenal sebagai Radio Ceylon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X