India Tahan Aktivis Anti-Korupsi

Kompas.com - 16/08/2011, 16:09 WIB
EditorEgidius Patnistik

NEW DELHI, KOMPAS.com — Polisi India, Selasa, menahan seorang aktivis kawakan antikorupsi, Anna Hazare, ketika dia bersiap-siap untuk melakukan mogok makan yang dilarang di New Delhi, kata para saksi mata.

Tindakan polisi itu dilakukan di hadapan ratusan pendukung Hazare yang berkumpul untuk mendukung "mogok makan sampai mati" yang bertujuan menekan pemerintah agar memperkuat undang-undang antikorupsi baru. "Polisi berpakaian sipil datang ke apartemen tempat dia tinggal dan meminta dia ikut mereka," kata aktivis Akhil Gogoi kepada AFP.

Pengagum pahlawan kemerdekaan Mahatma Gandhi berusia 74 tahun ini dibawa dengan menggunakan mobil yang tidak bertanda, kata Gogoi. Sumber-sumber polisi mengatakan, ia dibawa bersama dengan dua aktivis senior lainnya ke satu fasilitas polisi di New Dehi utara.

Para pendukung  berkumpul di apartemen itu untuk memprotes penahanannya, meneriakkan slogan-slogan antipolisi dan pro-Hazare ketika dia dibawa. Gogoi mengatakan, para pemimpin lainnya dari kelompok pendukung Hazare itu akan melakukan pertemuan mendadak "untuk memutuskan tentang aksi mereka mendatang".

Hazare melakukan mogok makan 98 jam April lalu yang membuat pemerintah mengizinkan dia dan para pendukungnya membantu menyusun rancangan undang-undang antikorupsi baru bernama rancangan undang-undang "Lokpal". Protes April itu mengundang perhatian di negara itu dan mendapat dukungan luas di kalangan selebriti pada saat kemarahan yang meningkat terhadap korupsi setelah sejumlah skandal yang melibatkan menteri-menteri federal dan negara bagian.

Rancangan undang-undang Lokpal yang diusulkan itu menetapkan satu ombudsman baru yang bertugas menyelidiki dan menuntut para politisi dan birokrat, tetapi Hazare menginginkan perdana menteri dan pengadilan tinggi tidak termasuk. Dengan alasan undang-undang itu telah dilemahkan, Hazare  berencana akan memulai mogok makan kedua  di satu taman New Delhi, Selasa.

Polisi melarang protes itu dengan alasan taman hanya dapat digunakan tiga hari dan Hazare tidak memberikan batas waktu mogok makannya. Polisi juga meminta dia menjamin para pendukung yang akan berkumpul di lokasi protes itu tidak lebih dari 5.000 orang.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Victoria Nuland pekan lalu mengatakan bahwa Washington meminta India "menahan diri" dalam menangani protes-protes antikorupsi itu. India menolak pernyataan itu sebagai "mengganggu " dan mengatakan bahwa konstitusinya menjamin kebebasan menyatakan pendapat.

"Mereka yang tidak setuju dengan rancangan undang-undang ini bisa mengajukan pandangan mereka kepada parlemen, partai-partai politik, bahkan kepada pers," kata Perdana Meteri Manmohan Singh dalam pidato Hari Kemerdekaan India, Senin. "Akan tetapi, saya juga yakin mereka seharusnya tidak melakukan mogok makan sampai mati."

Dalam aksi mogok makan bulan April, Hazare  menyerukan, menteri yang korup digantung, katanya di hadapan massa. "Kadang-kadang Anda perlu melakukan aksi kekerasan," lanjutnya ketika itu.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X