Tembok Berlin, 50 Tahun Silam

Kompas.com - 13/08/2011, 14:42 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Berbagai kenangan tumpah ruah dalam perayaan 50 tahun pembangunan tembok Berlin. Tembok besar yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur, kala itu, merupakan bukti perbatasan karya kelompok komunis pada 13 Agustus 1961.

Pada Sabtu ini, sebagaimana warta AP, AFP, dan Xinhua, warga Jerman akan memperingati persitiwa itu. Ada acara hening cipta selama semenit sebagai bentuk penghormatan bagi korban tewas dari timur tatkala mereka menyeberang tembok ke barat.

Acara lain adalah pidato dari Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Christian Wulff. Peringatan HUT tembok Berlin itu dimulai malam hari dengan pembacaan nama-nama korban tewas ketika mencoba meninggalkan bagian timur kota itu, selama tujuh jam.

Presiden Wulff mengatakan kepada surat kabar Die Welt, peringatan ini merupakan waktu untuk mengenang. "Kami memiliki alasan untuk hidup di sini sekarang. Kami dapat memandang dengan bangga terhadap keinginan akan kebebasan oleh Jerman Timur dan solidaritas Jerman Barat terhadap mereka," katanya.

Merkel, yang dibesarkan di bagian timur, akan menghadiri peresmian monumen dan museum Bernauer Strasse, yang dulu dipisahkan oleh tembok. Selama mengheningkan cipta digelar, transportasi ke ibu kota Jerman akan dihentikan beberapa menit.

300 petugas

Tentara dari wilayah komunis Jerman Timur mulai membangun tembok sepanjang 160 kilometer pada pagi hari, 13 Agustus 1961. Saat itu, lebih dari 300 petugas pemantau ditempatkan di sejumlah lokasi untuk mencegah orang menerobos tembok.  Waktu itu, otoritas Jerman Timur menggambarkan tembok sebagai pemisah bagi kaum fasis di bagian barat, yang kemudian dikenal sebagai benteng perlindungan antifasis. Akan tetapi, pandangan yang ada sekarang adalah untuk mengizinkan migrasi dari Jerman Timur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah orang tewas ketika berupaya menerobos tembok. Sekitar 136 orang tercatat meninggal, tetapi organisasi korban menyebutkan, jumlah orang yang tewas mencapai 700 jiwa.

Korban pertama yang diketahui bernama Guenter Liftin, meninggal pada 24 Agustus 1961, dan korban terakhir adalah Chris Gueffroy, meninggal pada 6 Februari 1989.

Meskipun tembok Berlin diruntuhkan pada 1989, simbol perbedaan ekonomi antara kedua wilayah masih terjadi.

Sejumlah bagian tembok masih tersisa meskipun otoritas telah menghancurkan sekitar 8 km bagian tembok masih berdiri. Para turis sering kali mencari bagian tembok yang masih asli.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.