Serangan Anjing Tewaskan Perempuan Hamil

Kompas.com - 13/08/2011, 10:56 WIB
EditorJosephus Primus

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Seorang perempuan hamil di daerah San Francisco tewas oleh salah satu anjing pit bull peliharaannya. Mayatnya yang dipenuhi luka ditemukan oleh suaminya, kata polisi, Jumat (12/8/2011).    

Perempuan berusia 32 tahun tersebut dinyatakan meninggal, Kamis sore, di rumah pasangan itu di desa pantai Pacifica, sebelah selatan San Francisco, kata Kapten Polisi Pacifica Dave Bertini, sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu ini.    

Pihak berwenang tak menyiarkan nama korban dan suaminya. Bertini mengatakan, suami perempuan tersebut memberi tahu polisi, ia pulang kerja pada Kamis petang dan menemukan salah satu anjing peliharaan mereka berdiri, dipenuhi darah, di atas mayat istrinya yang telah diserang.    

Petugas pertama yang tiba di lokasi mendapati perempuan itu tak bereaksi di ruang depan rumah pasangan tersebut dengan luka parah di bagian atas tubuhnya, kata Bertini.    

Anjing pit bull kedua ditemukan gemetar di sudut ruangan.    

Menurut Bertini, pria itu memberi tahu pihak berwenang bahwa anjing yang menyerang, anjing jantan berumur dua tahun bernama Gunner, sebelumnya dikurung di ruang belakang kediaman pasangan tersebut. Namun, ketika anjing itu bisa meloloskan diri dan memasuki halaman depan, beberapa petugas menembaknya tiga kali, ungkap Bertini.    

Kedua hewan peliharaan tersebut dibawa ke Peninsula Humane Society, yang memberi layanan pemantauan hewan untuk San Mateo County berdasarkan kontrak.    

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Juru bicara perhimpunan itu, Scott Delucchi, menyebutkan, pembedahan yang dijadwalkan dilakukan Jumat diharapkan dapat menemukan kembali peluru yang ditembakkan petugas serta memeriksa isi perut dan sampel jaringan guna memastikan apakah anjing tersebut memang terlibat dalam penyerangan terhadap perempuan hamil itu atau tidak.    

Sampel jaringan direncanakan diambil dari anjing kedua guna memastikan apakah hewan tersebut dapat dikembalikan kepada suami korban. "Orang ini telah kehilangan semuanya. Anjing inilah yang tersisa yang dimilikinya," kata Delucchi.    

"Sekarang kami menduga satu anjing terlibat dan satu lagi tidak. Kami menyelidiki ratusan serangan oleh anjing setiap tahun, tapi saya tak pernah menyaksikan yang seperti ini dalam 13 tahun," ujar Delucchi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X