Minum Susu Botol Picu Karies pada Anak

Kompas.com - 11/08/2011, 02:13 WIB
EditorAsep Candra

YOGYAKARTA, KOMPAS.com  - Pola makan tidak sehat dan kecenderungan para orang tua memberikan susu botol pada anak-anak dapat memicu timbulnya penyakit gigi berlubang yang akut dan parah yang disebut dengan istilah rampan karies.

Penyakit yang  ditandai dengan munculnya karies di sekitar gigi seri atas dan gigi geraham besar itu kini banyak ditemukan pada anak usia 3-6 tahun di negara berkembang dengan prevalensi 90 persen. 

Menurut peneliti dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Rahmi Ayu, rampan karies disebabkan oleh kurangnya kesadaran para orang tua akan pentingnya menjaga dan menanamkan kesehatan gigi dan mulut  sejak usia dini.

"Orang tua yang membiarkan susu botol anaknya tetap berada di rongga mulut sepanjang malam sehingga jumlah air liur (saliva) menurun menyebabkan tidak berhasilnya proses pelarutan dan pembersihan dari asam," kata Rahmi di Yogyakarta, Rabu (10/8/2011).

Ia mengatakan, anak yang tertidur saat meminum susu botol, maka cairan susu akan tertinggal di gigi depan, sehingga rongga mulut menjadi hangat. Hal itu menjadikan terbentuknya asam dan proliferasi bakteri, sehingga rampan karies terbentuk.

"Prevalensi karies pada anak usia satu tahun mencapai lima persen, sedangkan pada anak usia dua tahun sekitar 10 persen, anak usia tiga tahun 40 persen, anak usia empat tahun 55 persen, dan anak usia lima tahun dengan prevalensi 75 persen," tambahnya.

Menurut dia, dari prevalensi tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar anak Indonesia usia prasekolah terserang rampan karies.

Untuk mengatasi hal itu, promosi kesehatan menjadi salah satu solusi dalam mencegah perkembangan rampan karies. Dalam promosi kesehatan disadari ada beberapa kendala yang dihadapi, terlebih dalam memberikan kesadaran kepada anak usia prasekolah.

Oleh karena itu, kata dia, para tenaga kesehatan perlu melakukan sesuatu yang kreatif dan lebih menarik, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami mereka, yang pada akhirnya kejadian rampan karies anak dapat dikurangi.

Salah satunya melalui modifikasi wayang golek modern sebagai properti edukatif yang digunakan untuk media komunikasi dalam promosi kesehatan gigi dan mulut anak.

Ia mengatakan dipilihnya wayang golek modern sebagai alat komunikasi edukatif karena wayang golek merupakan hasil karya seni budaya Indonesia. Namun, saat ini wayang golek seakan hilang dari peradaban karena maraknya globalisasi dunia sehingga anak- anak tidak lagi mengenal wayang golek sebagai budaya mereka.

Dengan demikian, modifikasi wayang golek modern tersebut efektif dalam menampilkan pesan, sehingga anak tak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mau mengubah kebiasaan buruknya yang memicu munculnya rampan karies.

"Penelitian itu telah diujicobakan di TK Darma Bakti IV Ngebel Yogyakarta, dan hasilnya modifikasi wayang golek modern mempengaruhi indeks plak dan meningkatkan pengetahuan anak usia prasekolah," katanya.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

    Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X