Netanyahu di Bawah Tekanan Massa

Kompas.com - 10/08/2011, 02:43 WIB
Editor

Tel Aviv, Selasa - Di bawah tekanan rakyat yang marah dengan kenaikan biaya hidup, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku siap mengubah kebijakan ekonomi yang diambilnya. Harian Haaretz, Selasa (9/8), memberitakan, di luar kebiasaan Netanyahu cukup terbuka dengan tuntutan reformasi ekonomi yang diteriakkan sekitar seperempat juta rakyat Israel lewat unjuk rasa besar-besaran, akhir pekan lalu.

Hari Senin, Netanyahu bertemu dengan Manuel Trajtenberg, ekonom terkemuka yang ditunjuknya sebagai ketua komite ahli untuk reformasi ekonomi. Dalam pertemuan tersebut, Trajtenberg memperingatkan Netanyahu tidak bisa lagi mempertahankan kebijakan ekonominya. ”Saya sadar pandangan ekonomi saya harus berubah,” ujar Netanyahu.

Netanyahu adalah penganut kebijakan ekonomi neoliberal, yang menyukai privatisasi dan pajak yang rendah bagi kelompok yang berkecukupan. Sukses Israel mencapai pertumbuhan ekonomi 4,8 persen dan menjaga tingkat pengangguran 5,7 persen saat negara-negara di Eropa mengalami krisis dianggap sebagai keberhasilan pendekatan ekonomi ala Netanyahu.

Pengalihan isu

Namun, Trajtenberg, yang bertugas meneliti tuntutan pengunjuk rasa dan merekomendasikan reformasi ekonomi, meminta Netanyahu mempertimbangkan kembali kebijakannya. Dia juga menegaskan tidak akan membiarkan komisi yang dipimpinnya digunakan pemerintah untuk sekadar mengalihkan isu dari masalah yang menjadi tuntutan rakyat.

Harian Haaretz juga memberitakan, Netanyahu menjanjikan pemerintah akan menyediakan dana yang dibutuhkan untuk menjalankan reformasi yang direkomendasi komite tersebut. Namun, keduanya juga sepakat pemerintah tidak akan menambah pengeluaran negara.

Kesepakatan terakhir itu tampaknya membuat pemerintah akan sulit memenuhi permintaan pengunjuk rasa. Tuntutan itu terdiri atas enam poin yang diberitakan media Israel kemarin.

Enam tuntutan itu adalah mengurangi kesenjangan sosial; mengubah prinsip dasar sistem ekonomi; biaya hidup yang murah, tersedianya lapangan pekerjaan, dan harga bahan pokok yang terkontrol; pengembangan wilayah pedesaan; prioritas bagi warga kelas bawah; dan penyelesaian krisis perumahan.

(AFP/was)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.