TKI Ilegal Serbu KJRI

Kompas.com - 09/08/2011, 03:04 WIB
Editor

BATAM, KOMPAS - Tenaga kerja Indonesia ilegal berbondong-bondong mendatangi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Malaysia. Para TKI itu mengurus perizinan menyusul program pemutihan pendatang asing ilegal oleh Pemerintah Malaysia yang diberlakukan per 1 Agustus.

”Setiap hari, kami melayani 300 sampai 700 orang. Itu jumlah yang jauh di atas hari-hari biasa selama ini. Trennya terus meningkat, tetapi sejauh ini masih terantisipasi,” kata Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Jonas Lumban Tobing, saat dihubungi dari Batam, Kepulauan Riau, Senin (8/8).

Perizinan yang diurus TKI tak berdokumen itu meliputi untuk keperluan pulang dan keperluan bekerja di Malaysia. Bagi TKI yang ingin pulang, KJRI memberikan surat perjalanan laksana paspor. Biayanya 15 ringgit per orang. Sementara itu, bagi TKI yang ingin terus bekerja di Malaysia, KJRI memberikan paspor baru, biayanya 18 ringgit.

Sebelum mengurus perizinan ke KJRI, TKI pertama-tama datang ke Kantor Imigrasi Malaysia untuk didata secara biometrik.

Menurut Pejabat Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KJRI di Johor Bahru Djudjur Hutagalung, pihak imigrasi Malaysia memperkirakan, TKI tak berdokumen sekitar 2 juta jiwa. Sekitar 600.000 orang di antaranya berada di wilayah Johor Bahru, meliputi Johor, Pahang, Negeri Sembilan, dan Melaka.

Sekitar 200.000 orang ingin pulang ke Indonesia menggunakan fasilitas pemutihan. Mereka tidak akan dikenai sanksi hukum. ”Program pemutihan ini berlangsung tiga bulan sampai setahun,” kata Djudjur.

Deputi Kementerian Dalam Negeri Malaysia Datuk Lee Chee Leong, seperti pernah diberitakan kantor berita Malaysia, Bernama, menyatakan, program pemutihan bertujuan menghimpun data jumlah pendatang asing tak berdokumen. Pendatang asing yang dinilai baik bisa melanjutkan kerja. Mereka yang tidak layak atau yang secara pribadi ingin pulang ke negeri asalnya diberi kemudahan tanpa dikenai sanksi hukum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada tiga hal yang memicu TKI di Malaysia tak berdokumen. Pertama, TKI yang sejak awal masuk ke Malaysia lewat jalur tak resmi sehingga tak memiliki dokumen. Kedua, TKI yang masuk menggunakan paspor pelancong. Dengan demikian, ketika ia bekerja, paspor tidak bisa digunakan lagi. Ketiga, TKI yang masuk lewat jalur resmi menggunakan visa kerja, tetapi telah habis masa waktunya. Paspor ditahan majikan atau TKI malas mengurus perpanjangan di KJRI. (LAS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.