Penyebab Jatuhnya Helikopter Diselidiki

Kompas.com - 06/08/2011, 03:52 WIB
Editor

Manado, Kompas - Enam anggota Komite Nasional Kecelakaan Transportasi menyelidiki penyebab kecelakaan helikopter PK FUG jenis Bell 412 di Perkebunan Sosor, Danowudu, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (5/8). Tim tersebut terjun langsung ke lokasi jatuhnya helikopter dengan mendaki Gunung Dua Saudara (sekitar 900 meter di atas permukaan laut).

Khaerudin Daery, anggota Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) mengatakan, mencermati langsung lokasi dan posisi jatuhnya helikopter amat penting guna mencari tahu penyebab kecelakaan pada Rabu itu. Tim KNKT akan berada di Manado selama beberapa hari untuk mencari data mengenai kecelakaan helikopter yang menewaskan delapan penumpang dan dua kru itu. ”Kami butuh waktu untuk menyelidiki penyebab insiden itu,” katanya.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara TNI AU Sam Ratulangi, Manado, Letkol (Pnb) Jorry Koloay memastikan, helikopter jenis Bell 412 buatan Amerika Serikat itu tidak memiliki kotak hitam sebagaimana pesawat terbang pada umumnya.

Kotak hitam merupakan alat penting pada setiap pesawat guna mengungkap kecelakaan. ”Semua percakapan kopilot dan petugas menara idealnya tercatat dalam kotak hitam. ”Namun, heli ini tak memiliki kotak hitam,” katanya.

Pihak Nusa Halmahera Minerals, perusahaan tambang emas yang berkepentingan dengan penerbangan helikpoter tersebut, kemarin, menerbangkan lima jenazah korban ke Jakarta. Kelima jenazah korban adalah Dian Rimba Rusdiansyah, Wilson Joshua Sibarani, Zainuddin Achmad, pilot Eddy Purnomo, dan awak Heriadi Edi. Jenazah lainnya, Roy Nawawi, diserahkan kepada keluarga di Manado.

Proses pengiriman empat jenazah orang asing masih menunggu dokumen dari kedutaan negara asal korban. Dua dari empat jenazah itu adalah warga Australia atas nama Adrian Dirt dan Dion William Remmie. Dua lainnya warga Afrika Selatan, yakni Barry George Tomilson dan Reolof Johanes Roodt.

Kemarin, penerbangan jenazah Zainuddin ke Jakarta langsung dilanjutkan ke Solo, Jawa Tengah. Ia lalu dikebumikan di pemakaman keluarga di Pracimaloyo. (ZAL/EKI)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.