Laporan Jepang "Tak Bertanggung Jawab"

Kompas.com - 04/08/2011, 11:09 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

BEIJING, KOMPAS.com — Seperti sudah diduga sebelumnya, China tak berkenan dengan laporan tahunan sektor pertahanan Jepang, yang menyebut China makin "asertif" dan meresahkan dengan pertumbuhan militernya yang tidak transparan.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China yang dirilis Rabu (3/8/2011) malam, China menyebut buku putih pertahanan Jepang itu berisi komentar-komentar tak bertanggung jawab. Beijing juga menyuruh Jepang lebih fokus pada peluang ekonomi yang ditawarkan China daripada khawatir dengan perkembangan militernya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Ma Zaoxhu menyatakan ketidakpuasan China atas laporan tersebut. Ia kemudian menegaskan kembali bahwa pembangunan militer China sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengancam negara lain, tetapi semata-mata untuk melindungi integritas teritorial, kedaulatan, dan keamanannya sendiri.

"Pembangunan China telah membawa berbagai kesempatan besar bagi semua negara di dunia, termasuk Jepang, dan China, tidak pernah dan tidak akan menjadi ancaman bagi negara mana pun. Kami harap Jepang akan menjadikan sejarah sebagai panduan, dan sungguh-sungguh mempertimbangkan kembali kebijakan pertahanannya, serta bertindak lebih untuk meningkatkan rasa saling percaya dengan tetangga-tetangganya," ujar Ma.

Dalam laporan pertahanan tersebut, Jepang secara spesifik menyebut pertumbuhan anggaran pertahanan China yang naik hingga 70 persen dalam lima tahun terakhir. Sementara pada periode yang sama, anggaran pertahanan Jepang justru turun tiga persen.

Jepang juga makin khawatir dengan laju pertumbuhan militer China, anggaran pertahanan China yang tidak transparan, dan sikap China yang makin asertif dalam menghadapi setiap konflik dengan dunia internasional.

Tahun lalu, China dan Jepang terlibat ketegangan diplomatik setelah kapal patroli Jepang bertabrakan dengan kapal nelayan China di dekat kepulauan yang disengketakan dua negara, yakni Kepulauan Senkaku atau Diaoyu dalam versi China.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jepang juga diketahui akhir-akhir ini makin giat meningkatkan kemampuan Pasukan Bela Diri-nya. Setelah menambah jumlah kapal perang dengan sistem pertahanan antirudal Aegis buatan AS, Jepang juga berencana menambah jumlah kapal selamnya dari 16 menjadi 22 unit.

Selain memicu komentar negatif dari China, buku putih pertahanan Jepang itu juga berpotensi memicu protes dari negara-negara lain, karena memuat berbagai klaim Jepang atas pulau-pulau yang disengketakan dengan negara lain, seperti Korea Selatan dan Rusia. (AP/AFP/DHF)

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X