Rekor Untaian Bra Gagal Terpecahkan

Kompas.com - 02/08/2011, 10:36 WIB
EditorEgidius Patnistik

LONDON, KOMPAS.com — Upaya Inggris mencetak rekor baru untaian bra terpanjang di dunia berantakan setelah bra-bra itu kusut dan terlilit. Penyelenggara acara Bra Chain itu semula berharap dapat menghasilkan untaian bra sepanjang 100 mil di Worcester demi mengumpulkan dana untuk yayasan amal perempuan dan mengalahkan rekor dunia saat ini yang dipegang Australia. Rekor Australia adalah 166.000 bra yang diikatkan.

Para relawan atau "pengikat" berniat membuat untaian yang terdiri atas 200.000 bra. Namun, mereka terpaksa menghentikan kegiatannya separuh jalan ketika sebagian pakaian dalam wanita itu kusut di dalam kotak. "Kami meremehkan waktu yang diperlukan untuk mengeluarkan bra tersebut dari kotak dan mengikatkannya," kata Launa Walker dari Bra Chain.

"Sungguh perlu waktu untuk mengikat semua bra jadi untaian dan setelah sekitar sembilan jam mengikatkan pakaian dalam itu, kami memutuskan untuk menghentikan upaya kami," kata Walker kepada Reuters.

Pihak penyelenggara mengatakan, mereka akan melakukan upaya itu lagi untuk memecahkan rekor dunia pada masa depan dan masih menerima sumbangan bra yang tak dipakai. "Kami akan mencoba lagi. Kami telah mempelajari beberapa teknik," kata Walkar.

Kegiatan itu dilakukan dalam upaya membantu yayasan amal perempuan Inggris, Breakthrough Breast Cancer, unit kanker payudara Worcester, dan Women’s Aid, yang membantu korban kekerasan dalam rumah tangga.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X