PBB: Suriah Harus Hentikan Serangan

Kompas.com - 01/08/2011, 09:42 WIB
EditorKistyarini

NEW YORK, KOMPAS.com - Sekjen PBB Ban Ki-moon pada Minggu (31/7/2011) meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk menghentikan serangan militer terhadap pembangkang sehingga hampir 140 orang telah tewas, kata juru bicara PBB.

Ban mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh Bashar, yang telah menolak melaksanakan seruan-seruan pemimpin PBB beberapa minggu.

"Sekjen sangat prihatin atas laporan-laporan dari Suriah bahwa ratusan pengunjuk rasa telah tewas dan terluka di Hama dan kota-kota lainnya, dan kota-kota di seluruh negeri," kata Juru bicara PBB Martin Nesirky.

"Dia mengecam penggunaan kekerasan terhadap penduduk sipil dan menyerukan kepada pemerintah Suriah untuk menghentikan kekerasan serangan itu sekaligus.

Ban menegaskan kembali kewajiban Suriah untuk menghormati hak asasi manusia, termasuk kebebasan melakukan demonstrasi secara damai, dan mendesak Bashar "untuk mendengarkan aspirasi penduduk yang sah."

"Sekjen mengingatkan pemerintah Suriah bahwa mereka bertanggung jawab berdasarkan hukum hak asasi manusia internasional atas semua tindakan kekerasan yang mereka lakukan terhadap penduduk sipil," kata juru bicara itu.

Para aktivis mengatakan, serangan pada Ahad di Suriah adalah salah satu serangan yang paling mematikan sejak para demonstran pertama kali turun ke jalan pada 15 Maret menuntut demokrasi reformasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasukan Suriah menewaskan hampir 140 orang, termasuk setidaknya 100 ketika tentara menyerbu Hama.

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X