KBRI Moskow Bantah Adanya Pungutan Liar

Kompas.com - 30/07/2011, 10:17 WIB
EditorLatief

LONDON, KOMPAS.com - KBRI Moskow menyayangkan pernyataan Herry Dharmawan, mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia karena pernyataannya menyiratkan KBRI melakukan pungutan liar. KBRI mengaku, semua pungutan dilakukan KBRI Moskow berdasarkan hukum atau peraturan yang berlaku.

"Jumlahnya pun tidak menyimpang dari ketentuan," ujar Konselor KBRI Moskow M. Aji Surya di London, Sabtu (30/7/2011).

Dalam surat pembaca di sebuah media nasional, Rabu (27/7/2011) lalu, Herry Dharmawan, mahasiswa S-2 Gubkin Russian State University of Oil and Gas Moskow, mengeluhkan pendidikan di Rusia yang penuh dengan permainan uang dan KBRI memungut sampai 100 dolar untuk pengurusan stempel copy ijazah.

"Semua diartikan dengan uang, itulah simbol di Rusia. Bila tidak ada uang, jangan harap bisa mendapatkan seperti yang diinginkan," komentar Herry tentang pendidikan di Rusia.

Dia menyebutkan, KBRI Moskow tetap menarik biaya stempel legalisasi fotokopi ijazah dan transkrip meskipun mahasiswa sudah bersusah payah kuliah.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Moskow, Dian Wirengjurit, menggarisbawahi bahwa pungutan yang dilakukan KBRI Moskow berdasarkan peraturan tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan PP No 33 Tahun 2002 tentang Tarif dan jenis PNBP pada Departemen Luar Negeri. Jenis PNBP yang dikeluarkan KBRI Moskow ada 41 item terdiri atas lima kategori, sedangkan yang terkait dengan pengurusan dokumen konsuler terdapat delapan item, seperti biaya legalisasi dokumen foto copy sebesar 20 dolar AS , biaya surat pernyataan lahir sebesar 10 pound biaya legalisasi terjemahan (15 dolar), biaya surat keterangan jalan (15 dolar) dan biaya surat keterangan kematian (0 dolar).

Menurutnya, apa yang dilakukan Herry bersifat fitnah dan dikhawatirkan dapat mencemarkan nama baik institusi kedutaan di mata awam yang tidak tahu persoalan. Dalam beberapa hari terakhir, Dubes dan staf mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan surat Herry tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut catatan KBRI Moskow, Herry Dharmawan sempat ke KBRI pada pertengahan Juli 2011 menanyakan biaya legalisasi dokumen copy dan diberitahukan kepadanya bahwa biaya legalisasi berdasarkan aturan sebesar 20 dolar. Jika dibutuhkan lima legalisasi maka akan dikenakan sebanyak 100 dolar.

Selain itu, Herry bertemu langsung dengan pimpinan KBRI guna meminta uang penerbangan pulang ke Indonesia serta surat rekomendasi kerja. KBRI tidak dapat memberikan biaya penerbangan ($1500) karena memang tidak ada dalam anggaran kedutaan. Sedangkan rekomendasi kerja tidak dikabulkan karena KBRI tidak mengetahui kinerja yang bersangkutan dan karena Herry melakukan faith accomply kepada Dubes dengan kop surat Dubes ilegal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.