Australia Risaukan Ekspansi Murdoch

Kompas.com - 23/07/2011, 02:27 WIB
Editor

Sydney, Jumat - Pengawas Persaingan Australia, Jumat (22/7), menyatakan kerisauannya atas tawaran operasi televisi kabel milik Rupert Murdoch yang berniat membeli media saingannya. Jika terjadi, akan tercipta satu iklim ”mendekati monopoli” dalam layanan televisi berbayar di Negeri Kanguru itu.

Pernyataan Komisi Konsumen dan Persaingan Australia (ACCC) itu adalah pukulan baru terhadap taipan media asal Australia berkewarganegaraan Amerika Serikat itu. Sebab, News Corporation sudah gagal menguasai mayoritas saham televisi berbayar terbesar Inggris, British Sky Broadcasting. Murdoch gagal akibat tekanan publik pasca-skandal peretasan telepon oleh tabloid News of the World miliknya.

News Corp yang berbasis di New York itu memiliki tiga sayap usaha, yakni News International (Inggris), News Ltd (Australia), dan News America Holding Ltd (AS). Jika News International memiliki antara lain News of the World, News Ltd juga memiliki salah satu media terdepan Australia, yaitu The Australian.

ACCC khawatir Murdoch semakin agresif membangun kerajaannya di Australia. News Ltd telah menguasai mayoritas saham perusahaan media Australia, termasuk Foxtel, penyedia jaringan televisi berlangganan terbesar Australia. Sekalipun kerisauan ACCC baru berdasarkan temuan awal, tetapi ada indikasi jelas bahwa lembaga ini akan menentang merger yang dipelopori Murdoch. News Corp tak bisa berjalan jika parlemen tak menyetujui tawaran News Ltd.

Foxtel menyediakan 200 saluran kepada 1,63 juta pelanggan di Australia. Kini, Foxtel berniat membeli Austar yang telah memiliki basis pelanggan sendiri. Ada 760.000 warga tetap sebagai pelanggan televisi Austar. Austar memiliki jaringan pemirsa yang banyak terdapat di daerah perkotaan dan pedesaan Australia. Keduanya bersaing ketat di alam bisnis televisi kabel di Australia.

ACCC mengatakan, dua televisi itu memiliki pangsa pasar berbeda. Ada ruang besar dan terbuka bagi keduanya untuk bersaing merebut pemirsa di seantero benua. ”Tawaran untuk akuisisi kemungkinan mengakibatkan berkurangnya persaingan di pasar nasional dalam penyediaan layanan televisi berbayar,” demikian ICCC dalam sebuah pernyataan.

Pelarangan merger secara substansial akan efektif meningkatkan kemampuan dan insentif bagi Foxtel dan Austar untuk bersaing satu sama lain di luar wilayah distribusi kedua televisi itu. ”Akuisisi yang diusulkan akan mencegah terjadinya persaingan,” kata sebuah pernyataan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

ACCC telah mengusulkan peninjauan lebih lanjut, paling lambat 11 Agustus. ACCC bermaksud mengumumkan pandangan akhir mereka 8 September nanti.

Sementara itu, putra Murdoch, James, dituding telah menyesatkan Parlemen Inggris. James mengatakan tidak tahu tentang penyadapan yang dilakukan reporter News of the World. Pernyataan James itu dibantah dua saksi, yaitu mantan editor tabloid tersebut, Colin Myler, dan mantan manajer legal News International, Tom Crone, yang mundur pekan lalu.

Di depan parlemen, Selasa lalu, James mengatakan tidak mengetahui adanya bukti yang menunjukkan ia menyetujui pembayaran kepada Gordon Taylor, pemimpin eksekutif Asosiasi Sepak Bola Profesional (PFA). Taylor menuntut tabloid itu karena melanggar privasi atas penyadapan pada telepon selulernya.

Tom Watson, anggota parlemen dari Partai Buruh, mengatakan, dia akan mengajukan permintaan ”resmi”, Jumat, kepada polisi agar menyelidiki masalah itu. (AFP/AP/REUTERS/CAL)

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X