Kelaparan, Puluhan Ribu Tewas - Kompas.com

Kelaparan, Puluhan Ribu Tewas

Kompas.com - 21/07/2011, 06:03 WIB

NAIROBI, KOMPAS.com — PBB menyatakan telah terjadi kelaparan di dua daerah di Somalia selatan, dan puluhan ribu warga telah tewas akibat kelaparan itu. Dalam dua bulan dari sekarang, wabah kelaparan yang mematikan akan meluas kalau para donor tidak turun tangan untuk membantu.

Mark Bowden, Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB untuk Somalia, mengatakan, daerah Bakool dan Lower Shabelle terkena wabah kelaparan terburuk dalam 20 tahun dan bisa menyebar ke delapan kawasan lain.

PBB memerlukan 300 juta dollar AS. Wabah seburuk ini terjadi tahun 1992 ketika ratusan ribu orang Somalia tewas akibat kelaparan, yang mendorong intervensi pasukan penjaga perdamaian internasional. Namun, pasukan itu akhirnya ditarik setelah dua helikopter Black Hawk AS ditembak jatuh tahun 1993.

Al Shabaab melarang

Di seluruh Afrika Timur, lebih dari 10 juta orang memerlukan bantuan. ”Keadaan menyedihkan ini memerlukan tindakan darurat,” kata Bowden.

Definisi wabah kelaparan adalah julukan ketika dua orang dewasa atau empat anak-anak dari setiap 10.000 orang tewas setiap hari karena kelaparan dan sepertiga anak-anak mengalami kurang gizi akut. Di beberapa area Somalia, enam orang tewas setiap hari dan lebih dari setengah anak-anak mengalami kurang gizi akut.

Penyebabnya,...............(selengkapnya baca Harian Kompas, Kamis 21 Juli 2011, halaman 10).

 


EditorHeru Margianto

Terkini Lainnya

Ambil S-1 di Belanda? Kuliah di Minggu Pertama Langsung 'Nge-gas'!

Ambil S-1 di Belanda? Kuliah di Minggu Pertama Langsung "Nge-gas"!

Edukasi
Saudi Dilaporkan Siksa dan Lecehkan Aktivis Perempuan

Saudi Dilaporkan Siksa dan Lecehkan Aktivis Perempuan

Internasional
Beda Sikap Gubernur dan Ketua DPRD DKI soal Pembangunan Stadion BMW

Beda Sikap Gubernur dan Ketua DPRD DKI soal Pembangunan Stadion BMW

Megapolitan
Berandalan Bermotor Sukabumi Terlibat Bentrokan, Dihukum Bersihkan Tugu Adipura

Berandalan Bermotor Sukabumi Terlibat Bentrokan, Dihukum Bersihkan Tugu Adipura

Regional
5 Fakta Tewasnya CLP di Indekos Mampang: Ditemukan di Lemari hingga Luka di Kepala...

5 Fakta Tewasnya CLP di Indekos Mampang: Ditemukan di Lemari hingga Luka di Kepala...

Megapolitan
Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

Nasional
Kuliah di Belanda Jangan Gampang 'Baper', Tahu Sebabnya?

Kuliah di Belanda Jangan Gampang "Baper", Tahu Sebabnya?

Edukasi
Berniat Menjemput Suami di Malaysia, Seorang Ibu Meninggal Usai Melahirkan di Kapal

Berniat Menjemput Suami di Malaysia, Seorang Ibu Meninggal Usai Melahirkan di Kapal

Regional
5 Turis India yang Mengemis dan Meramal di Nunukan Tak Bisa Bahasa Indonesia

5 Turis India yang Mengemis dan Meramal di Nunukan Tak Bisa Bahasa Indonesia

Regional
Trump: Kasus Pembunuhan Khashoggi Tak Pengaruhi Hubungan AS-Saudi

Trump: Kasus Pembunuhan Khashoggi Tak Pengaruhi Hubungan AS-Saudi

Internasional
Menko PMK Ungkapkan Potensi Besar Pariwisata Sumbawa Barat

Menko PMK Ungkapkan Potensi Besar Pariwisata Sumbawa Barat

Nasional
Prioritas Demokrat dan SBY yang Baru Turun Gunung Bulan Maret untuk Prabowo

Prioritas Demokrat dan SBY yang Baru Turun Gunung Bulan Maret untuk Prabowo

Nasional
Video Momen 30 Detik Saat Jokowi Dipeluk Erat Seorang Nenek

Video Momen 30 Detik Saat Jokowi Dipeluk Erat Seorang Nenek

Regional
Proses Identifikasi Korban Lion Air JT 610 yang Segera Berakhir...

Proses Identifikasi Korban Lion Air JT 610 yang Segera Berakhir...

Megapolitan
Bersemangat Lawan Hoaks, Warga Kulon Progo Bakar Ogoh-ogoh 'Butho'

Bersemangat Lawan Hoaks, Warga Kulon Progo Bakar Ogoh-ogoh "Butho"

Regional

Close Ads X