Murdoch Malu dan Terhina

Kompas.com - 21/07/2011, 02:16 WIB
Editor

London, Rabu - Raja media Rupert Murdoch merasa malu dan terhina atas skandal News of the World. Namun, Murdoch menolak bertanggung jawab atas peretasan telepon oleh tabloid miliknya itu. Ia mengaku tidak tahu ada penyadapan dan selalu mendapat informasi yang salah dari stafnya.

Pengakuan mengejutkan, yang terkesan cuci tangan itu, diungkapkan Murdoch dalam sidang dengar pendapat dengan Komite Budaya, Media, dan Olahraga Parlemen Inggris, Selasa (19/7). Ia didampingi anaknya, James Murdoch; mantan editor News of the World, Rebekah Brooks; dan istri mudanya, Wendy Deng Murdoch.

Rapat berlangsung sekitar 2,5 jam. Di depan komite, pria gaek berwarga negara Amerika Serikat tetapi lahir di Australia ini membantah mengetahui adanya penyadapan telepon dan penyuapan polisi oleh para pekerja media tabloid mingguan terbesar dan tertua di Inggris itu.

Murdoch mengaku amat prihatin, malu, dan terhina mengetahui ada penyadapan telepon terhadap gadis cilik bernama Milly Dowler (13), korban penculikan yang tewas pada tahun 2002. Ia mengaku tak mendapat informasi dan laporan yang utuh dari para stafnya tentang kasus ini. Ia juga tak mengira penyadapan telepon ini menjadi kebiasaan buruk medianya dan berdampak begitu luas.

Dowler diculik dan dibunuh setelah pulang sekolah, 21 Maret 2003. Beberapa pesan suara telepon seluler Dowler dihapus dan hal itu membuat orangtuanya yakin Dowler masih hidup.

Gadis cilik ini bukan satu-satunya target News of the World yang akhirnya ditutup pada 10 Juli itu. Sejumlah politisi, termasuk mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, artis, dan pengusaha pun menjadi target.

Anggota komite bertanya kepada Murdoch, ”Apakah Anda bertanggung jawab penuh atas skandal ini?” Murdoch menjawab singkat: ”Tidak!” Murdoch mengatakan, ”Saya hanya ingin mengatakan satu hal: hari ini paling memalukan bagi saya.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Insiden

Murdoch semakin dipermalukan dengan insiden yang terjadi dalam sidang komite itu. Televisi CNN menayangkan video adanya serangan dari seorang pria terhadap Murdoch yang tengah berbicara. Pria itu menumpahkan krim cukur yang diletakkan di sebuah piring kertas ke wajah Murdoch. Beberapa media asing menyebutkan, pria itu menumpahkan adonan kue ke wajah raja media berusia 80 tahun itu.

Harian The Guardian menyebut, pria yang mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak itu bernama Jonnie Marbles, seorang komedian. Wendy Deng, yang duduk di belakang suaminya, dengan cepat bereaksi dan menampar wajah Marbles. Kasus itu membuat peserta sidang tercengang. Tak berapa lama, polisi pun mengamankan Marbles.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.