Roket Palestina Hantam Permukiman Israel

Kompas.com - 15/07/2011, 06:48 WIB
EditorJimmy Hitipeuw

GAZA, KOMPAS.com — Roket-roket pejuang Palestina dari Gaza menghantam Israel selatan, Kamis (14/7/2011), dalam insiden terakhir dari serangkaian saling serang antara kedua pihak.

"Ada dua roket yang ditembakkan ke arah salah satu permukiman (Yahudi)," kata juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld kepada AFP, tanpa menyebutkan kerusakan atau korban.

Sebelumnya, sebuah proyektil ditembakkan dari Gaza ke Israel selatan, tetapi tidak ada korban, kata militer Israel. Jet-jet Israel mengebom tiga lokasi di Gaza pada Rabu malam untuk membalas penembakan roket dari wilayah pesisir itu sebelumnya pada hari yang sama, kata pejabat Palestina dan militer.

Serangan udara itu merupakan yang kedua dilakukan dalam beberapa hari ini, sedangkan penembakan roket dari Gaza meningkat setelah bulan-bulan relatif tenang. Militer Israel mengatakan, pesawatnya menyerang tiga terowongan, dua di antaranya digunakan untuk penyelundupan di Gaza selatan dan satu lagi "untuk kegiatan teroris" di bagian utara Gaza.

Sumber-sumber medis Palestina mengatakan, lima orang cedera dalam serangan itu dan dua orang dilaporkan hilang. Serangan udara Israel pada tengah malam itu dilakukan setelah serangan serupa sehari sebelumnya.

Israel meluncurkan perang 22 hari di Jalur Gaza dua tahun lalu dengan dalih untuk menghentikan serangan-serangan roket dan mortir. Jumlah serangan dari wilayah kantong Palestina itu mengalami penurunan dramatis sejak perang itu, meski sepanjang tahun 2010 hampir 200 roket ditembakkan ke Israel, kata militer.

Jalur Gaza, kawasan pesisir yang padat penduduk, diblokade oleh Israel dan Mesir setelah Hamas berkuasa empat tahun lalu. Israel menggempur habis-habisan Jalur Gaza dua tahun lalu dengan dalih untuk menghentikan penembakan roket yang hampir setiap hari ke wilayah negara Yahudi tersebut.

Perang di dan sekitar Gaza meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember 2008. Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Operasi "Cast Lead" Israel itu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina yang mencakup ratusan warga sipil dan menghancurkan sejumlah besar daerah di jalur pesisir tersebut, diklaim bertujuan mengakhiri penembakan roket dari Gaza. Sebanyak 13 warga Israel, sepuluh dari mereka prajurit, tewas selama perang itu.

Proses perdamaian Timur Tengah macet sejak konflik itu, dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas masih tetap diblokade oleh Israel. Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.

Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut diblokade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah—Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas. Kini, kedua kubu tersebut telah melakukan rekonsiliasi. Uni Eropa, Israel, dan AS menjebloskan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan Video Lainnya >

    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.