Murdoch Batal Kuasai BSkyB

Kompas.com - 15/07/2011, 04:47 WIB
Editor

london, kamis - Rencana Rupert Murdoch untuk meluaskan kerajaan medianya dengan membeli televisi berbayar terbesar Inggris, British Sky Broadcasting, batal di tengah jalan. Namun, pembatalan itu takkan terjadi seandainya tidak ada tekanan dari parlemen dan Pemerintah Inggris.

Pihak News Corporation milik Murdoch, Rabu (13/7) petang, mengatakan terlalu sulit untuk maju dalam situasi sulit saat ini. ”Kami percaya, akuisisi BSkyB oleh News Corporation akan bermanfaat bagi kedua perusahaan itu. Namun, semakin jelas bahwa terlalu berat untuk meneruskan upaya pembelian dalam iklim saat ini,” kata Wakil Direktur Utama News Corp Chase Carey.

News Corp berkeinginan keras untuk menguasai 61 persen saham BSkyB. Saat ini News Corp telah memiliki 39 persen saham BSkyB. Akibat kuatnya tekanan berbagai pihak, terutama parlemen dan Pemerintah Inggris, sejumlah anggota senat Amerika Serikat serta masyarakat umum melalui situs jejaring sosial, News Corp akhirnya mundur.

Harga saham BSkyB sempat merosot empat persen menyusul pengumuman itu, tetapi kemudian menguat lagi. Harga saham perusahaan televisi satelit itu turun sekitar 20 persen sejak skandal penyadapan telepon pada tabloid mingguan News of the World memuncak sepekan lalu.

Kemenangan rakyat

Pemimpin Partai Buruh Ed Miliband menyebut pembatalan Murdoch menguasai BSkyB sebagai kemenangan rakyat. ”Keinginan para politisi dan publik sudah jelas. Sekarang pemilik media paling kuat di Inggris itu telah tunduk pada keinginan tersebut,” kata Miliband.

Perdana Menteri David Cameron juga menyambut gembira. Ia mengumumkan pembentukan sebuah komisi independen yang akan memiliki wewenang memanggil pemilik surat kabar, wartawan, polisi, dan politisi untuk mengungkap skandal pembobolan data telepon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga kini muncul banyak temuan dan pengaduan yang memusingkan terkait skandal di lingkungan media milik Murdoch. Skandal ini adalah yang paling menghebohkan dalam dunia pers sepanjang sejarah.

Wakil Perdana Menteri Inggris Nick Clegg meminta Murdoch, putranya James, dan pemimpin eksekutif News Internasional Rebekah Brooks bersaksi di depan parlemen Inggris jika mereka memiliki ”sedikit rasa tanggung jawab”. Sebuah komite parlemen Inggris meminta ketiga orang itu menjelaskan kasus ini Selasa depan.

Di pihak lain, Polisi Metropolitan London pada hari Kamis telah menangkap seorang tersangka yang diduga kuat terlibat dalam skandal penyadapan telepon. Orang yang ditangkap itu adalah pria berusia 60 tahun. Polisi tak menjelaskan identitasnya. Dia ditahan di kantor polisi ”karena diduga bersekongkol” dalam penyadapan.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Julia Gillard, Kamis, mengatakan akan membuka penyelidikan terhadap regulasi dan kepemilikan media di negerinya pasca-skandal News of the World milik taipan media asal Australia itu. Pemimpin Partai Hijau Bob Brown menyerukan perlunya peninjauan kembali oleh parlemen atas media nasional karena Murdoch amat berperan. (AFP/AP/REUTERS/CAL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.