Skandal Penyadapan, Skandal PM Inggris

Kompas.com - 10/07/2011, 02:36 WIB
Editor

Semua ini berlangsung antara tahun 2003-2007 saat Coulson menjadi editor tabloid itu. Terungkapnya sebagian skandal penyadapan membuat Coulson mundur pada 2007.

Cameron ”terpaksa” mengakui bahwa dialah yang bertanggung jawab atas perekrutan Coulson. Dalam bahasa diplomatis, Cameron mengatakan, ”Andy Coulson yang bekerja sebagai direktur komunikasi saya selama empat tahun mengundurkan diri dari News of the World karena hal-hal yang terjadi di sekelilingnya.”

”Saya memutuskan untuk memberi kesempatan kedua kepadanya. Tak seorang pun pernah menyatakan kekhawatiran bagaimana dia melaksanakan tugasnya selama bekerja di bawah saya. Tetapi, kesempatan kedua itu tidak berhasil dan dia mengundurkan diri,” ujar Cameron, menunjukkan kedekatannya dengan Coulson.

Tidak hanya itu, Cameron juga diduga dekat dengan orang yang diduga terlibat penyadapan, yakni Rebekah Brooks. Brooks adalah bos News International, perusahaan induk yang membawahi News of the World.

Membendung ancaman

Dengan ancaman mendadak dari skandal tabloid ini, Cameron berusaha mencegah jangan sampai menjadi krisis kepercayaan terhadap dirinya. Dengan kedudukannya yang rentan karena berkoalisi dengan Liberal Demokrat pimpinan Nick Clegg, Pemerintah Inggris memang rapuh. Jika Clegg mencari aman, bisa saja dia mengalihkan koalisinya kepada Partai Buruh.

Tidak mengherankan jika pemimpin Partai Buruh Ed Miliband mendesak Cameron meminta maaf kepada rakyat karena salah perhitungan merekrut Coulson. Kecaman juga muncul karena kedekatan Cameron dengan Coulson dan taipan media Rupert Murdoch. Kehadiran Coulson sebagai kepercayaan Cameron bisa dianggap sebagai kelemahannya dalam pengambilan keputusan.

Miliband melangkah lebih jauh dengan mengatakan, tutupnya News of the World belum cukup. Mereka yang bersalah juga harus diajukan ke pengadilan. Dua orang yang sudah diperiksa adalah Coulson dan wartawan lainnya, Clive Goodman.

Untuk mengantisipasi tekanan itu, langkah yang sudah diambil adalah membentuk komisi penyelidik dipimpin seorang hakim untuk mengusut pembayaran kepada Kepolisian Metro London dan penyadapan telepon. Namun, kubu oposisi meragukan komisi itu, yang mereka sebut lemah dan hanya mengikuti pemerintah yang berkuasa.

Masih ditunggu apakah

skandal penyadapan ini akan benar-benar menjadi krisis Pemerintah Inggris atau hanya terbatas dengan mengorbankan sejumlah orang.

Semuanya tergantung keahlian Cameron yang tidak memiliki lagi ”spin doctor”, orang yang merekayasa citranya agar terpandang baik.

(Asep Setiawan, Kontributor Kompas di London)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X