Khadafy Ancam Serang Eropa

Kompas.com - 02/07/2011, 12:46 WIB
EditorEgidius Patnistik

TRIPOLI, KOMPAS.com - Moammar Khadafy, yang mengerahkan para pendukungnya di Libya yang tercabik perang, mengancam akan menyerang Eropa, demikian menurut sebuah pesan audio yang ditayangkan televisi pemerintah Libya, Jumat (1/7/2011).

"Anda salah, Anda terlibat dalam sebuah pertempuran yang Anda tidak tahu apa yang sedang dihadapi, maka mundur, dan larilah," kata Khadafy pada sebuah pertemuan kelompok pro-pemerintah di Tripoli, ibukota Libya. "Rakyat kami mampu dalam satu hari memindahkan pertempuran ke Laut Tengah, dan mampu memindahkan pertempuran ke Eropa."

Khadafy merujuk kepada NATO, yang mulai mengebom sasaran-sasaran militer Libya setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui sebuah resolusi yang mengesahkan penggunakan kekuatan  apapun yang diperlukan, kecuali invasi darat, demi melindungi warga sipil, pada Maret lalu. Ia bersumpah untuk membalas pemboman itu dengan mengatakan, militer Libya bisa "seperti belalang dan lebah" di Eropa. "Rumah dan kantor bisa menjadi target potensial," tegas Khadafy.

Ia juga mencela surat perintah penangkapan terhadap dirinya yang dikeluarkan Senin lalu oleh Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC). ICC yang berbasis di Den Haag, Belanda, telah mengeluarkan surat penangkapan bagi Khadafy, putranya Saif al-Islam, dan Kepala Dinas Intelijen, Abdullah as-Senussi, atas tuduhan kehatan terhadap kemanusiaan.

Ketika menanggapi ancaman Khadafy itu, di Washington, jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner, mengatakan, AS menganggap serius pernyataan pemimpin Libya tersebut. "Tentu ia merupakan individu yang jelas-jelas mampu melakukan jenis ancaman semacam itu," kata Toner kepada wartawan. "Itu yang membuat dia begitu berbahaya. Tapi dia juga seseorang yang memberikan retorika yang berlebihan." Toner mengatakan, AS akan terus mendukung misi NATO untuk meningkatkan tekanan agar Khadafy tersingkir.

Sementara itu, seorang juru bicara militer pihak oposisi Libya di Misrata, Kamis malam, mengatakan, pemerintah Perancis tengah dalam pembicaraan dengan oposisi Libya terkait upaya untuk menyokong mereka dengan senjata dan amunisi. Pemerintah Perancis belum membenarkan klaim tersebut. Namun awal pekan ini, militer Perancis mengakui telah memberikan persenjataan ringan bagi para pemberontak Libya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.