Peternak Australia Minta Larangan Ekspor Dicabut

Kompas.com - 21/06/2011, 13:35 WIB
EditorErlangga Djumena

CANBERRA, KOMPAS.com — Peternak Australia mendesak pemerintahnya untuk segera mencabut larangan ekspor ternak hidup ke Indonesia. Mereka hari ini bertemu dengan Northern Territory Chief Minister Paul Anderson dan para menteri yang terkait untuk membicarakan masalah ini.

Terang saja para peternak berteriak. Penghasilan mereka otomatis menurun drastis semenjak ekspor sapi hidup ke Indonesia dihentikan pada 8 Juni 2011, terkait kasus dugaan penyiksaan hewan di beberapa rumah pemotongan hewan (RPH) di Indonesia.

"Kami berharap ekspor sapi hidup bisa segera berjalan lagi agar kami bisa mendapatkan penghasilan kembali," ujar Emiliy Breet, peternak yang memiliki 10.000 sapi ternak.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Australia melarang ekspor ternak hidup ke Indonesia. Itu sama saja dengan memangkas ekspor sapi sebanyak 60 persen. Menurut data Meat & Livestock Australia, nilai ekspor sapi ke Indonesia pada 2010 mencapai 338 juta dollar AS.

Menteri Pertanian Australia Joe Ludwing kemarin telah memberi daftar standar kesejahteraan kepada Pemerintah Indonesia. "Saya mendorong semua pihak untuk bisa mematuhi sebuah perjanjian yang bisa digunakan sebagai standar untuk menjaga industri ini bisa berjalan dalam waktu lama," ujar Ludwig di Jakarta setelah bertemu dengan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan RI, semalam (20/6/2011). (Rizki Caturini/Kontan)

 

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.