Tidak Ada Perundingan dengan Khadafy

Kompas.com - 20/06/2011, 09:49 WIB
EditorKistyarini

BENGHAZI, KOMPAS.com - Pemberontak Libya, Minggu (19/6), membantah berunding dengan pemerintah Moammar Khadafy .     

Pada Sabtu (18/6/2011), utusan Rusia Mikhail Margelov mengatakan di Tunisia bahwa pemerintah Khadafy telah menjalin kontak dengan oposisi Libya dan kedua pihak akan menggelar perundingan di negara tetangga Libya, Tunisia.     

"Tak ada perundingan antara Dewan Peralihan Nasional (NTC) dan siapa pun dari anggota rezim Khadafy," kata juru bicara NTC, Abdel Hafeedh Ghoga di Benghazi.     

"Kami tak menolak penyelesaian politik apa pun. Satu-satunya syarat yang kami ajukan ialah penyelesaian takkan melibatkan Khadafy dan anak-anaknya," kata Ghoga.     

Pemerintah Libya pimpinan Khadafy juga membantah pernyataan pemberontak yang menyatakan kedua pihak telah melakukan perundingan.     

Sementara itu, kepala perminyakan pemberontak Libya Ali Tarhouni, Sabtu (18/6), menuduh negara Barat gagal menepati janji mereka untuk mengirim bantuan keuangan. Dia menyatakan NTC menghadapi krisis keuangan setelah berbulan-bulan bertempur melawan tentara pemerintah.     

"Sejauh ini kami belum menerima sepeser pun uang yang dijanjikan," kata Ghoga. Tapi "mekanisme keuangan telah ditetapkan, dan kami optimistis uang tersebut, yang berjumlah 3,5 miliar dolar AS, akan tersedia dalam beberapa hari mendatang".     

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami yakin mekanisme itu akan dilaksanakan," ia menegaskan.     

Sebelumnya organisasi internasional menyerukan dilancarkannya satu proses politik untuk mengakhiri konflik di Libya, yang kini menjadi sasaran serangan udara NATO.     

Organisasi dunia termasuk PBB, Uni Eropa dan Liga Arab bertemu di Kairo, Mesir, untuk membicarakan konflik Libya dan menekankan perlunya satu penyelesaian politik di negara Afrika utara itu.

 

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X