Tak Ada Dana untuk Libya

Kompas.com - 14/06/2011, 21:17 WIB
EditorJosephus Primus

WASHINGTON, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, pada Senin (13/6/2011) malam, memutuskan melarang penggunaan dana untuk gerakan tentara negara adidaya itu di Libya. Parlamen itu menyetujui perubahan undang-undang dana tentara tersebut dengan suara 248 berbanding 163.    

Sejumlah anggota Kongres baru-baru ini menyatakan ketidakpuasan pada keputusan Presiden Barack Obama meneruskan gerakan di Libya pada Maret dan berlanjut tanpa izin kongres.    

Perubahan itu, diusulkan Brad Sherman, anggota Demokratik dari California, membekukan Resolusi Kekuatan Perang, undang-undang 1973, yang membatasi kekuasaan presiden tentang pengiriman pasukan ke luar negeri ke daerah pertempuran tanpa persetujuan Kongres. Naskah Sherman menyatakan,"Tidak ada dana disediakan undang-undang ini dapat digunakan bertentangan dengan Undang-Undang Kekuasaan Perang".    

Menurut Resolusi Kekuasaan Perang, presiden harus minta izin kongres dalam mengirim pasukan Amerika Serikat ke medan tempur dan harus menarik pasukan dalam 60 hari jika Kongres tidak mengizinkan tindakan ketentaraan. Langkah sama dinyatakan rancangan undang-undang lain untuk mendanai Departemen Keamanan Dalam Negeri, tapi gagal lolos pada 2 Juni. Dewan Perwakilan Rakyat masih harus menyetujui rancangan undang-undang anggaran secara keseluruhan dan langkah itu masih harus disetujui Senat.    

Gedung Putih berada di bawah peningkatan tekanan dari lawan di Kongres, yang menuntut rincian tentang tujuan Amerika Serikat di Libya dan mempertanyakan kemungkinan biaya dan rentang waktu gerakan itu, yang Washington sekarang menjadi pendukung.    

Dewan Perwakilan Rakyat baru-baru ini menyetujui resolusi simbolik, yang menegur Obama, karena tidak minta persetujuan Kongres untuk keterlibatan Amerika Serikat di Libya dan memberinya sampai 17 Juni untuk menanggapinya.     Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyalahgunakan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melindungi warga Libya dari pasukan Moammar Khadafy guna mengejar perubahan kekuasaan dan pembunuhan politik, kata Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma pada Selasa. "Kami menentang penyalahgunaan niat baik dalam Resolusi 1973," kata Zuma dalam pidato anggaran di parlemen.    

"Kami sangat percaya bahwa resolusi disalahgunakan untuk perubahan kekuasaan, pembunuhan politik dan pendudukan tentara asing," katanya.    

Ketua Afrika Bersatu Teodoro Obiang Nguema mengutuk campur tangan tentara asing di Pantai Gading dan Libya, dengan mengatakan bahwa Afrika harus dibolehkan mengelola urusannya. "Afrika tidak memerlukan pengaruh dari luar. Afrika harus mengelola sendiri urusannya," kata Obiang Nguema, yang juga presiden Guinea Khatulistiwa, dalam muktamar antarbangsa di Jenewa pada awal April.    

"Saya percaya bahwa masalah di Libya harus diselesaikan dalam kerangka dalam negeri dan bukan melalui campur tangan, yang dapat muncul untuk menyerupai campur tangan kemanusiaan. Kita telah melihat itu di Irak," kata Obiang Nguema.    

Rusia pada pekan lalu memperingatkan upaya NATO di Libya dapat berubah menjadi gerakan darat setelah helikopter tempur digunakan untuk pertama kali terhadap pasukan pendukung pemimpin Moammar Khadafy. "Ketika resolusi PBB diambil, kita berpikir bahwa itu adalah resolusi baik dalam cara mencegah dan menghentikan korban warga, termasuk penutupan wilayah udara Libya," kata Wakil Perdana Menteri Sergei Ivanov pada acara keamanan di Singapura.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X