Fabrikasi Sosial Runyam

Kompas.com - 14/06/2011, 02:56 WIB
Editor

Kairo, Kompas - Gerakan antirezim Presiden Bashar al-Assad yang berkobar di Suriah sejak akhir Maret lalu dibalas dengan serangan aparat. Hal ini semakin merunyamkan fabrikasi sosial di Suriah, yang selama 40 tahun relatif stabil.

Rasa saling benci di antara kaum Sunni dan Alawite, yang mendominasi pemerintahan, makin dalam. Kini muncul aksi saling tuding tentang siapa yang bertanggung jawab atas aksi kekerasan di negara itu.

Keadaan kacau masih berlanjut di negara ini. Stasiun televisi pemerintah Suriah, Minggu (12/6), memberitakan, aparat telah menguasai penuh distrik Jisr al-Shughour, Provinsi Idlib, Suriah barat daya, yang ditinggalkan penduduknya.

Diungkapkan pula, di sana ditemukan kuburan massal, makam warga dan aparat keamanan pembelot yang dibunuh geng bersenjata pekan lalu.

Satuan militer terus memburu anggota geng bersenjata yang lari ke perbukitan sekitar distrik Jisr al-Shughour. Namun, oposisi mengatakan, yang diburu itu bukan geng bersenjata, melainkan aparat yang membelot karena menolak membunuhi warga yang harus dilindungi.

Seorang perwira tinggi Suriah, Mayjen Riyadh Haddad, kepada stasiun televisi BBC Arab mengungkapkan, operasi militer terus memburu anggota geng bersenjata. Menurut dia, sebagian besar anggota geng bersenjata itu lari ke Turki dan sebagian lagi bersembunyi di sekitar Jisr al-Shughour.

Seorang pengungsi Suriah yang lari ke Turki kepada stasiun televisi Turki, NTV, menuturkan, ketika terjadi pembantaian di Jisr al-Shughour, satuan militer terpecah dan aparat militer baku tembak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang pekerja bangunan Suriah, Mustafa (39), yang mengungsi ke Turki, mengatakan, aparat militer menggempur distrik Jisr al-Shughour dengan tank-tank. Ia membantah di Jisr al-Shughour ada geng bersenjata.

1.300 warga tewas

Seorang diplomat Barat yang tak mau menyebutkan namanya kepada kantor berita Reuters juga membantah versi resmi pemerintah. Menurut dia, sebagian besar penduduk Jisr al-Shughour mengungsi ketika melihat langsung aparat pemerintah melakukan aksi bumi hangus menggempur Jisr al-Shughour dengan artileri dan tank.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.