"Lukisan Hidup" Kakek Tommy

Kompas.com - 04/06/2011, 10:41 WIB
EditorKistyarini

LONDON, KOMPAS.com - Dengan 1.000 tato menghiasi sekujur tubuhnya, Tommy Wells dinobatkan sebagai lelaki bertato paling banyak di Inggris Raya.

Kakek buyut berusia 69 tahun menghabiskan 52 tahun usianya untuk hobinya yang tak lazim, merajah kulit. Kini tak ada secuil pun kulitnya yang bebas dari rajah. Tato menghias dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bahkan alat vitalnya pun bergambar.

Tato terakhirnya, tulisan berbunyi "I love you always, love Tommy", yang menghias kepala belakangnya, dipersembahkan untuk Sandra, istrinya yang meninggal tujuh tahun lalu di usia 61 tahun. Mereka menikah selama 44 tahun.

Padahal dengan tato itu dia melanggar janjinya sebelum sang istri meninggal. Dulu dia berjanji membiarkan wajah dan kepalanya bebas dari tinta. Itu juga berarti dia tidak lagi memiliki ruang untuk tato baru.

Selain itu hampir semua desain tato bisa ditemukan di tubuhnya. "Hari-hari tato saya mungkin sudah berakhri karena saya sudah punya semua tato," kata lelaki yang tinggal di Worsley, Greater Manchester, itu.

"Sebenarnya ada satu tempat kosong di kepala setelah Sandra meninggal. Namun meskipun saya pernah berjanji tidak akan menato bagian itu, saya sangat sedih ketika dia meninggal. Jadi satu-satunya hiburan adalah punya tato baru," ujarnya.

Dia hanya berharap Sandra mau memaafkannya. "Waktu meninggal dia dikremasi dan abunya disimpan di dalam guci. Saya bilang pada anak perempuan saya, 'kalau saya meninggal masukkan saya di situ juga" karena saya tahu dia pasti marah besar kalau melihat saya," kata Wells.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wells mulai menyukai tato pada umur 17 tahun. Saat itu dia, Sandra dan beberapa teman mereka berlibur di Blackpool. Beberapa dari mereka mencoba tato dan Sandra menantangnya.

"Tato pertama saya di lengan. Sakit sekali, tetapi enak dan menjadi seperti narkoba sejak itu," kenang Wells

Menurut Wells, meskipun Sandra tidak memiliki satu pun tato, dia tidak keberatan tubuh suaminya penuh tato. "Awalnya dia keberatan, tetapi lama-lama dia tidak peduli karena tubuh saya telanjur penuh tato," lanjutnya.

Rupanya kegemaran Well merajah kulit menular ke anak-anaknya. Namun dia tidak yakin mereka bakal seekstrem dirinya.  "Umur mereka tidak akan cukup untuk seperti saya. Saya saja butuh 52 tahun," guraunya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X